
Serangan udara Israel menyerang infrastruktur energi Iran. (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas energi Iran mulai berdampak langsung pada kehidupan warga sipil. Pemerintah Iran pada Minggu (8/3) rmemutuskan memangkas kuota pembelian bahan bakar bagi warga di ibu kota Teheran setelah depot minyak di wilayah tersebut menjadi sasaran serangan.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa otoritas Provinsi Teheran menurunkan batas pembelian bahan bakar menggunakan kartu bahan bakar pribadi dari 30 liter menjadi 20 liter. Kebijakan ini berlaku di seluruh stasiun pengisian bahan bakar di wilayah provinsi tersebut.
Menurut laporan yang mengutip kantor gubernur Teheran, keputusan itu diambil setelah depot minyak di Provinsi Teheran dan Alborz diserang dalam operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Dikutip via ANTARA, kuota pembelian bahan bakar menggunakan kartu pribadi di seluruh Provinsi Teheran dipangkas dari 30 liter menjadi 20 liter.
Serangan terhadap fasilitas energi Iran merupakan bagian dari eskalasi konflik yang meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Pasukan Amerika Serikat dan Israel pada Senin lalu dilaporkan menargetkan depot minyak di Provinsi Teheran dan Alborz.
Selain itu, pesawat tempur Israel juga disebut menyerang depot penyimpanan minyak dan fasilitas kilang di ibu kota Teheran pada Sabtu malam. Serangan ini menandai pertama kalinya fasilitas energi Iran menjadi sasaran langsung sejak operasi militer besar terhadap negara tersebut dimulai.
Militer Israel menyatakan bahwa gelombang baru serangan menargetkan infrastruktur strategis Iran di ibu kota. Sumber militer Israel juga mengklaim fasilitas minyak yang dihantam memiliki keterkaitan dengan kompleks industri militer Iran.
Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran melaporkan ledakan keras terdengar di sejumlah wilayah Teheran setelah serangan udara tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kemudian menyatakan telah melancarkan serangan balasan dengan menargetkan kilang minyak di kota Haifa, Israel, menggunakan rudal.
Diketahui, ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat militer senior.
Sebagai respons, Iran meluncurkan rentetan serangan besar-besaran yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta personel militer di berbagai wilayah kawasan. Sejumlah kota di Israel juga menjadi sasaran serangan tersebut.
Dengan fasilitas energi kini ikut menjadi target dalam konflik, dampak perang tidak hanya dirasakan di medan militer, tetapi juga mulai memengaruhi pasokan energi dan kehidupan sehari-hari warga Iran, terutama di ibu kota Teheran.
