Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Maret 2026, 21.51 WIB

Iran Tuduh AS-Israel Ingin Tebar Kekacauan usai Lakukan Serangan Militer

Ledakan dan kobaran api terlihat setelah militer Israel menyerang sejumlah kompleks penyimpanan bahan bakar di Teheran, Iran, Sabtu (7/3). (The New York Times) - Image

Ledakan dan kobaran api terlihat setelah militer Israel menyerang sejumlah kompleks penyimpanan bahan bakar di Teheran, Iran, Sabtu (7/3). (The New York Times)

JawaPos.com-Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berupaya menabur kekacauan di negaranya dengan tujuan memecah belah wilayah Iran setelah rangkaian serangan militer yang terjadi akhir Februari lalu.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani, menyatakan strategi tersebut merupakan bagian dari upaya melemahkan stabilitas Iran.

“Strategi musuh adalah menabur kekacauan di Iran,” kata Larijani seperti dikutip televisi pemerintah Iran, IRIB, Sabtu (8/3).

Menurut dia, tujuan utama dari langkah tersebut adalah membuka jalan bagi upaya pemecahan wilayah negara itu menjadi beberapa bagian yang lebih kecil.

“Mereka ingin menciptakan kondisi yang membuat Iran mudah dipecah,” ujar Larijani.

Ia juga mengklaim bahwa dalam perkembangan terbaru, beberapa tentara Amerika Serikat telah ditangkap oleh pihak Iran. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai jumlah maupun lokasi penangkapan tersebut.

Ketegangan meningkat setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di dalam wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas serta menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Televisi pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini semakin meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di wilayah tersebut. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore