
Detik-detik pesawat angkatan udara Turki jatuh dan meledak. (East2West)
JawaPos.com - Tragedi udara mengguncang kawasan Kaukasus. Sebuah pesawat militer milik Angkatan Bersenjata Turki dilaporkan jatuh di wilayah Georgia, Selasa waktu setempat, setelah lepas landas dari Azerbaijan.
Rekaman mengerikan yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat itu berputar tak terkendali sebelum menghujam bumi dengan kobaran api dan kepulan asap hitam membubung tinggi ke langit.
Pesawat yang nahas itu merupakan C-130 Hercules, salah satu armada transportasi militer paling ikonik dan telah lama menjadi tulang punggung operasi logistik di berbagai negara NATO. Belum diketahui pasti penyebab insiden yang terjadi di wilayah Rustavi, sekitar 160 kilometer dari perbatasan Rusia tersebut.
Menurut laporan awal media Turki, dikutip Rabu (12/11), semula diduga yang hilang adalah helikopter. Namun penyelidikan lanjutan memastikan bahwa yang jatuh adalah pesawat C-130. Beberapa saksi mata menyebutkan melihat pesawat berputar-putar di udara sebelum akhirnya pecah menjadi beberapa bagian dan meledak hebat di daratan.
"Sebuah pesawat kargo C130 yang lepas landas dari Azerbaijan ke negara kami jatuh di Georgia. Upaya pencarian dan penyelamatan telah dimulai dalam koordinasi dengan otoritas Georgia," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Turki.
Upaya pencarian dan penyelamatan segera dilakukan oleh tim gabungan Turki dan Georgia. Namun hingga kini, rincian mengenai jumlah personel di dalam pesawat, titik keberangkatan pasti, serta rute penerbangan masih belum terungkap.
Media setempat melaporkan, puing-puing pesawat ditemukan berserakan di area yang luas. Ledakan besar terjadi di lokasi jatuhnya pesawat, menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Beberapa laporan menyebut pesawat kemungkinan meledak di udara, meski belum ada bukti konkret yang mengonfirmasi dugaan tersebut.
Sementara itu, sebuah kanal pro-perang asal Rusia menulis bahwa pesawat Turki 'kemungkinan pecah di udara akibat ledakan internal'. Namun, otoritas Georgia masih berhati-hati menyimpulkan penyebab insiden tersebut.
Pemerintah Georgia telah membuka penyelidikan resmi atas tragedi ini.
"Kementerian Dalam Negeri akan memberikan informasi rinci kepada publik tentang insiden tersebut secara bertahap," ujar pernyataan resmi pemerintah Georgia.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Beberapa jam sebelumnya, sebuah ledakan besar juga mengguncang pelabuhan minyak utama Rusia di Laut Hitam setelah serangan rudal besar-besaran yang diduga dilancarkan oleh Ukraina.
Ledakan itu menghancurkan sebagian dermaga dan memicu bola api raksasa di udara, menambah panas konflik antara Moskow dan Kyiv.
Kini, dunia menunggu jawaban: apakah jatuhnya pesawat militer Turki ini murni kecelakaan, atau ada kaitan dengan dinamika geopolitik yang makin membara di kawasan Kaukasus dan Laut Hitam?

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
