
Kasus saling lapor antara pelanggan dan pemilik restoran Bibi Kelinci berakhir damai. Kedua pihak sudah mencabut seluruh laporan kepolisian. (Dok. Pemilik Restoran Bibi Kelinci)
JawaPos.com - Perseteruan dan saling lapor antara pemilik Restoran Bibi Kelinci, Nabilah O’Brien, dengan gitaris Zendhy Kusuma berakhir damai. Lewat mediasi yang berlangsung di Gedung Bareskrim Polri pada Minggu malam (8/3), kedua pihak memutuskan mencabut seluruh laporan kepolisian. Sehingga tidak ada lagi tersangka di kedua pihak.
Atas hasil mediasi tersebut, Nabilah mengaku sangat lega. Dia merasa tenang karena sudah tidak lagi berstatus sebagai tersangka. Persoalan dengan Zendhy yang sempat menjadi perhatian publik juga sudah selesai. Mereka saling memaafkan. Itu ditandai dengan jabat tangan di antara kedua pihak yang berseteru sejak September tahun lalu.
”Akhirnya tidak jadi tersangka, udah,” ucap Nabilah saat ditanyai usai mediasi tersebut.
Perempuan yang juga dikenal sebagai seorang selebgram itu menyampaikan bahwa, dia sudah memaafkan tindakan Zendhy dan istrinya beberapa bulan lalu. Sehingga dia dengan kesadaran penuh mencabut laporan kepolisian yang disampaikan kepada Polsek Mampang Prapatan. Dia turut menyampaikan terima kasih kepada Polri dan semua pihak yang mewujudkan mediasi tersebut.
”Saya mau bilang makasih sama Pak Habiburokhman (Ketua Komisi III DPR). Terbaik,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nabilah menegaskan bahwa polemik di ruang publik itu sempat membuat dirinya lelah. Kini, dia sudah lebih tenang karena tidak ada lagi status tersangka atas laporan yang dibuat oleh Zendhy di Bareskrim Polri. Lewat mediasi tadi malam, dia kini bisa tidur lebih nyenyak dan kembali bekerja seperti sedia kala.
”Saya maafin semuanya saya mau tidur, saya mau kerja, saya sudah bukan tersangka, itu saja. Saya maafin 100 persen, iya (sudah cabut laporan) saya mau tidur soalnya,” kata dia.
Menurut Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Polri telah membuktikan komitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan menghadirkan keadilan bagi semua pihak. Sehingga para pihak yang semula berseteru, saling lapor, dan sama-sama sudah menjadi tersangka dalam konstruksi kasus yang berbeda memutuskan untuk damai.
”Dalam perjanjian perdamaian itu kemudian masing-masing sudah melakukan pencabutan dalam pelaporan,” kata dia.
Dengan begitu, persoalan di antara para pihak terkait sudah selesai. Bahkan, kedua pihak sepakat menghapus seluruh unggahan terkait dengan masalah yang bermula dari transaksi jual beli makanan di Restoran Bibi Kelinci beberapa bulan lalu tersebut.
”Tentunya bisa memberikan rasa keadilan, khususnya tadi mereka menyadari bahwasanya di bulan Ramadhan ini wujud ibadah yang penuh berkah. Kemudian silaturahmi dan saling introspeksi, dan masing-masing saat ini sudah mencabut laporannya,” ucap dia.
