Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Maret 2026, 13.41 WIB

Datang Lebih Awal Biar Nggak Muter-muter! Parkir Shalat Id di Masjid Agung Sidoarjo Diserbu Sejak Subuh

Petugas parkir mengatur kendaraan jemaah yang memadati kawasan Masjid Agung Sidoarjo sejak pagi hari. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com) - Image

Petugas parkir mengatur kendaraan jemaah yang memadati kawasan Masjid Agung Sidoarjo sejak pagi hari. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah selalu menghadirkan cerita tersendiri, termasuk soal parkir di Masjid Agung Sidoarjo. Sejak dini hari Sabtu, (21/3/2026), kawasan ini sudah mulai dipadati jemaah yang ingin mendapatkan tempat parkir lebih dekat dan lega.

Fenomena datang lebih awal bukan tanpa alasan. Banyak jemaah memilih berangkat sebelum Subuh demi menghindari kepadatan yang biasanya memuncak menjelang pelaksanaan shalat Id.

Bambang, 52 tahun, selaku ketua koordinator parkir di kawasan tersebut, mengungkapkan pengelolaan parkir sudah menjadi bagian dari keluarganya sejak lama. Ia melanjutkan tradisi itu sejak 1994 dan kini bekerja di bawah pembinaan Dinas Perhubungan dengan perlengkapan resmi.

"Saya kan ketua koordinator sudah puluhan tahun dari keluarga saya. Bapak saya asli Magersari sini, dan saya meneruskan mulai dari 1994. Sebelum 1994 itu keluarga. Dari 1994 ini saya dibina dari Dishub, ikut Dishub, ikut PT, balik lagi ke Dishub. Sekarang ikut Dishub lagi dan kami dibekali rompi yang resmi dan atribut serta QRIS," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (21/3/2025).

Meski sudah dibekali sistem pembayaran modern, praktik di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Bambang mengakui penggunaan QRIS masih sulit diterapkan saat momen shalat Id karena jemaah lebih fokus beribadah.

"Nah, nanti kalau pakai QRIS ini kayaknya agak sulit, masalahnya orang shalat. Dan kita nariknya nggak narik sesuai karcis. Kita pemberiannya itu kompensasi. Seikhlasnyalah katakan, tapi rata-rata biasanya orang-orang kan mesti ngasihnya lebih. Jadi kita terima, itu rezeki kami," lanjutnya.

Sistem kompensasi sukarela menjadi solusi yang selama ini berjalan cukup efektif. Jemaah umumnya memberikan uang parkir dengan nominal lebih sebagai bentuk apresiasi atas layanan yang diberikan.

Dari sisi pengaturan, area parkir sudah disiapkan secara menyeluruh. Bambang memastikan kantong-kantong parkir telah tersebar dari pintu utama hingga ke sisi selatan kawasan masjid.

"Kalau ada shalat Id ini mulai dari pintu ini sampai ke selatan dan di sana ada titik-titik parkir kantong untuk roda dua dan roda empat. Jadi sudah ter-cover. Berarti ter-cover masing-masing. Kita tinggal briefing yang anak-anak baru saja. Jadi gitu," jelasnya.

Koordinasi menjadi kunci utama agar arus kendaraan tetap tertib. Petugas parkir bahkan sudah mendapatkan briefing khusus untuk memastikan penataan berjalan lancar di lapangan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore