Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Maret 2026, 23.39 WIB

Masjid Gedhe Kauman Jogjakarta, Saksi Sejarah Lahirnya KH Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah

Masjid Gedhe yang berada di Jalan Kampung Kauman, Kemantren Gondomanan, Jogjakarta telah lama menjadi cagar budaya dan salah satu pusat wisata religi di kota Jogja, 5 September 2025. (Estu Suryowati/JawaPos.com) - Image

Masjid Gedhe yang berada di Jalan Kampung Kauman, Kemantren Gondomanan, Jogjakarta telah lama menjadi cagar budaya dan salah satu pusat wisata religi di kota Jogja, 5 September 2025. (Estu Suryowati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Di jantung kota Jogjakarta, tepat di sebelah barat alun-alun utara keraton, berdiri sebuah masjid tua yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Islam di Jawa. Masjid Gedhe yang berada di Jalan Kampung Kauman, Kemantren Gondomanan, Jogjakarta telah lama menjadi cagar budaya dan salah satu pusat wisata religi di kota Jogja.

Tidak hanya dikenal sebagai masjid Keraton, tetapi juga sebagai tempat yang melahirkan tokoh pembaharu Islam di Indonesia, KH Ahmad Dahlan. Dari lingkungan religius di sekitar masjid inilah gagasan pembaruan Islam yang kelak berpengaruh besar bagi bangsa Indonesia mulai tumbuh.

Masjid Gedhe Kauman didirikan pada 1773 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, pendiri Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pembangunan masjid ini tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat, tetapi juga sebagai simbol bahwa kerajaan memegang peran penting dalam menjaga kehidupan spiritual rakyatnya. Sejak awal didirikan, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus pendidikan Islam.

Mengutip berbagai sumber, arsitektur Masjid Gedhe Kauman mencerminkan kekayaan budaya Jawa yang berpadu dengan nilai-nilai Islam. Atapnya berbentuk tajug bertumpang tiga tanpa kubah, ciri khas masjid tradisional Jawa. 

Selain itu, empat tiang utama atau saka guru dari kayu jati berdiri kokoh menyangga bangunan utama, menciptakan suasana khusyuk bagi para jamaah yang datang untuk beribadah.

Menarik perjalanan sejarah, di sekitar masjid berkembang sebuah kawasan bernama Kampung Kauman. Kampung ini sejak dahulu dihuni oleh para ulama, santri, dan abdi dalem keraton yang bertugas dalam urusan keagamaan. Lingkungan ini dikenal religius, dengan kegiatan pengajian, pembelajaran Al-Qur’an, dan diskusi keagamaan yang berlangsung hampir setiap hari.

Dari lingkungan inilah lahir seorang tokoh pembaharu Islam, dengan nama kecil Muhammad Darwis yang tumbuh dalam keluarga ulama dan dekat dengan kegiatan Masjid Gedhe Kauman. Sejak kecil, kehidupannya tidak pernah jauh dari masjid yang menjadi pusat aktivitas keagamaan tersebut.

Kedekatan Ahmad Dahlan dengan Masjid Gedhe Kauman membentuk karakter dan pemikirannya. Ia sering mengikuti pengajian, belajar agama, serta berdiskusi dengan para ulama. 

Pengalaman tersebut yang kemudian mendorongnya untuk memperdalam ilmu agama hingga ke Makkah dan membawa pulang semangat pembaruan dalam praktik keagamaan.

Sekembalinya ke Jogjakarta, Ahmad Dahlan mulai mengajarkan pemahaman Islam yang lebih terbuka dan menekankan pentingnya pendidikan serta pemurnian ajaran agama. Gagasan tersebut kemudian melahirkan organisasi Muhammadiyah pada tahun 1912 di kawasan Kauman. Organisasi ini kemudian berkembang menjadi salah satu gerakan Islam terbesar di Indonesia.

Rayahan gunungan saat festival budaya Grebeg Maulud Nabi 2025, Jumat (5/9), di plataran Masjid Gedhe Kauman Jogjakarta. (Estu Suryowati/JawaPos.com)

Masjid Gedhe Kauman menjadi saksi awal dari berbagai aktivitas dakwah dan pemikiran Ahmad Dahlan. Di tempat inilah ia sering berdiskusi dengan masyarakat, menyampaikan pandangan keagamaan, serta memperkenalkan gagasan pembaruan yang pada masanya dianggap cukup berani.

Selain menjadi pusat dakwah, Masjid Gedhe juga memiliki peran penting dalam berbagai tradisi budaya Keraton. Salah satunya adalah perayaan Sekaten yang digelar setiap tahun untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad. Tradisi ini menunjukkan bagaimana agama dan budaya lokal dapat berpadu secara harmonis.

Hingga kini, Masjid Gedhe Kauman tetap berdiri kokoh sebagai simbol warisan sejarah, budaya, dan pemikiran Islam di Jogjakarta. 
Di balik dinding-dinding tuanya, tersimpan kisah lahirnya seorang tokoh besar yang membawa perubahan dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. Dari masjid sederhana di kampung Kauman, semangat pembaruan yang dibawa Ahmad Dahlan menyebar ke pelosok nusantara.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore