
Simulasi Pelayanan jamaah haji di fase Armuzna di Muzdalifah yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan jadwal pemberangkatan perdana jamaah haji Indonesia pada 22 April mendatang berjalan tepat waktu. Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Muhamad Abdul Azis Sefudin memberikan apresiasi, namun meminta kepastian jadwal dibarengi jaminan keamanan dan keselamatan jamaah, terutama di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang masih dinamis.
"Kita apresiasi dan menghargai kerja keras Kemenhaj yang memastikan pemberangkatan haji kloter I tepat sesuai jadwal. Namun, apresiasi ini kami sertai dengan catatan yakni pemerintah wajib memberikan kepastian dan keamanan jamaah," ujar Azis dalam keterangannya, Rabu (1/4).
"Rakyat dan keluarga jamaah di Tanah Air membutuhkan ketenangan, dan itu hanya bisa didapat jika pemerintah memiliki rencana mitigasi rute penerbangan yang matang di tengah dinamika global saat ini," imbuhnya.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat III (Cianjur dan Kota Bogor) ini menilai bahwa ketepatan waktu keberangkatan merupakan kabar baik bagi ratusan ribu calon jamaah. Meski demikian, aspek persiapan dan keselamatan jiwa tidak boleh dikesampingkan demi mengejar target jadwal.
Azis mendorong agar pemerintah segera memaparkan rencana kontinjensi (contingency plan) yang melibatkan otoritas penerbangan internasional untuk menghindari zona-zona konflik. "Keselamatan rakyat Indonesia yang berangkat ke tanah suci adalah hukum tertinggi. Mitigasi risiko harus dipersiapkan hingga skenario terburuk sekalipun, termasuk penyediaan rute alternatif yang aman bagi maskapai pengangkut jamaah," ujar politisi muda PDI Perjuangan ini.
Sejalan dengan itu, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pemerintah menempatkan keselamatan jamaah sebagai prioritas utama. Gus Irfan menegaskan bahwa kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini sudah hampir mencapai 100 persen, yang meliputi aspek transportasi dan konsumsi.
"Pemberangkatan kloter pertama jamaah haji Indonesia direncanakan akan dimulai pada 22 April 2026. Akomodasi di Mekkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jamaah telah dipersiapkan," ujarnya.
