
Lokasi calon kampung haji Indonesia di Jabal Hindawiyah, Makkah. jaraknya hanya sekitar 2 km dari pelataran Masjidil Haram. (Google Maps)
JawaPos.com - Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah oleh Danantara mendapat dukungan luas, salah satunya dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)
Sesuai namanya, di dalam kampung haji itu nantinya akan dibuka pusat layanan lengkap untuk jamaah haji dan umrah dari Indonesia. Mulai dari hotel, klinik, dapur konsumsi atau restoran khas Indonesia, dan beragam layanan lainnya.
Kepala BPKH Fadlul Imansyah menyebut bahwa pembangunan Kampung Haji itu adalah agenda nasional dan patut untuk didukung.
“BPKH siap berkolaborasi dalam pengembangan Kampung Haji. Ini bukan agenda sektoral, melainkan agenda strategis nasional untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global,” terang Fadlul, Senin (16/2).
Dia menjelaskan, dalam kerangka yang lebih luas, pengembangan Kampung Haji menjadi bagian dari arsitektur besar kedaulatan ekonomi haji. Kampung Haji hadir menjadi gagasan strategis pemerintah melalui Danantara sebagai leading sector-nya.
Fadlul menilai Kampung Haji dirancang sebagai ekosistem terpadu yang memperkuat kehadiran Indonesia secara permanen di Tanah Suci.
Baik dari sisi layanan, logistik, maupun aktivitas ekonomi yang relevan dengan kebutuhan jamaah. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan layanan kepada jamaah haji maupun umrah dari Indonesia.
Menurut dia, Indonesia harus memegang kunci strategis dalam kedaulatan ekonomi haji. Sebab, Indonesia adalah negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia.
Setiap tahun, lebih dari 200 ribu jamaah haji berangkat ke Tanah Suci. Selain itu ada jamaah umrah yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 1,5 juta jemaah per tahun.
Di balik ibadah yang sakral itu, terdapat potensi ekosistem ekonomi global bernilai sangat besar. Meliputi layanan hotel, konsumsi, transportasi, logistik, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
Sejak awal, BPKH melalui BPKH Limited dirancang sebagai instrumen investasi di ekosistem haji dan umrah. Orientasinya bukan menjadi perantara layanan, melainkan membangun pijakan strategis Indonesia dalam struktur ekonomi haji.
“Orientasi awal pembentukan BPKH Limited atas dukungan kementerian lainnya, yaitu Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangan yang berdiri tahun 2023 adalah investasi langsung di ekosistem haji dan umrah,” jelas Anggota BP BPKH Bidang Investasi Langsung M. Arief Mufraini.
BPKH Limited dibentuk agar Indonesia tidak hanya menjadi pembeli musiman saja. Tetapi juga memiliki posisi strategis dalam rantai nilai ekonomi haji.
"Jadi ini merupakan tahapan pertama untuk secara gradual pergeseran dari procurement ke investasi," tambah Arief.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
