Maarten Paes kebobolan satu gol dalam debutnya saat menjamu NEC Nijmegen. (AFCAjax/X)
JawaPos.com - Maarten Paes jalani debutnya bersama Ajax Amsterdam saat kontra NEC Nijmegen yang bertarung sengit pada pekan ke-24 Eredivisie di Johan Cruijff Arena pada Minggu (22/2). Kedua tim harus puas berbagi poin setelah laga berakhir imbang dengan skor 1-1.
Sejak peluit pertama dibunyikan, tuan rumah Ajax sebenarnya langsung mengambil inisiatif serangan. Laga sempat memanas pada menit ke-24 ketika Sami Ouaissa berhasil menggetarkan jala gawang Ajax. Namun, setelah melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR), gol itu dianulir karena Ahmetcan Kaplan terjebak posisi offside lebih dulu.
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-39 ketika Mika Godts sukses melepaskan tembakan dari jarak dekat yang bersarang di pojok bawah gawang NEC. Meski NEC terus menekan melalui peluang-peluang dari Tjaronn Chery dan Bryan Linssen, gol Mika Godts masih membawa Ajax unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan meningkat. NEC yang tertinggal mulai meningkatkan intensitas serangan yang berbuah manis pada menit ke-57. Memanfaatkan situasi sepak pojok, Darko Nejasmic berhasil menyambar bola liar di dalam kotak penalti lalu menendangnya ke gawang Ajax. Bola itu gagal dihalau Maarten Paes dan skor pun berubah menjadi imbang 1-1.
Sisa waktu babak kedua menjadi periode yang sulit bagi pelatih Ajax Fred Grim. Pasalnya, tim raksasa Amsterdam itu harus kehilangan dua pilar pentingnya karena cedera. Dilansir dari ESPN, Kasper Dolberg terpaksa ditarik keluar pada menit ke-64 dan digantikan oleh Wout Weghorst.
Tidak lama berselang, pada menit ke-77, Youri Regeer juga harus meninggalkan lapangan akibat masalah fisik yang kemudian digantikan oleh Oscar Gloukh. Pertandingan pun berjalan sengit dengan total tambahan waktu mencapai 6 menit di akhir laga.
Ajax sebenarnya sempat mendapatkan peluang emas melalui Mika Godts pada menit ke-89 lewat serangan balik cepat, tetapi tembakannya masih menyamping tipis di sisi kiri gawang. Di sisi lain, Maarten Paes menjadi pahlawan bagi Ajax dengan melakukan penyelamatan penting dari sundulan Ahmetcan Kaplan di masa tambahan waktu.
Dalam debutnya bersama Ajax, Maarten Paes melakukan total tujuh penyelamatan krusial. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 1-1.
Hasil imbang itu tidak banyak mengubah posisi kedua tim di tabel klasemen sementara Eredivisie musim 2025/2026. Baik Ajax maupun NEC Nijmegen saat ini sama-sama mengoleksi 43 poin dari 24 pertandingan yang telah dijalani.
Meski sama-sama mengoleksi 43 poin, NEC unggul tipis dengan catatan 12 kemenangan. Sementara itu, Ajax yang membuntuti di posisi keempat klasemen mengantongi 11 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 3 kekalahan.
Kegagalan Ajax mengamankan poin penuh di kandang menjadi catatan serius bagi sang pelatih. Dilansir dari ESPN, Fred Grim mengakui bahwa pertandingan melawan NEC Nijmegen merupakan tantangan yang sangat berat bagi anak asuhnya. Grim menilai timnya tidak mampu mengembangkan pola permainan yang diinginkan karena lawan terus memberikan tekanan yang sangat ketat sepanjang laga.
Secara jujur, Grim menyoroti kelemahan skuadnya dalam mengimbangi intensitas permainan fisik yang diterapkan oleh tim tamu. Grim mengungkapkan kekecewaannya karena strategi lawan berhasil meredam kreativitas Ajax.
Baca Juga: Igor Tudor Gunakan Cara Unik Ini untuk Pimpin Tottenham Hotspur Jelang Derbi Lawan Arsenal
“Bagi kami, ini merupakan pertandingan yang cukup berat, saya harus mengatakannya dengan jujur. Kami tidak benar-benar bisa masuk ke dalam permainan kami sendiri. Sebagian juga karena NEC berada di atas angin, tekanan yang singkat, banyak tekanan fisik, dan kami kurang baik dalam menghadapi hal itu,” kata Fred Grim dalam sesi wawancara usai pertandingan.
