
Deddy Corbuzier memberikan tips mengatur jam tidur. (YouTube Deddy Corbuzier)
JawaPos.com - Deddy Corbuzier selaku sahabat dekat mendiang penyanyi Vidi Aldiano menyampaikan peringatan keras ditujukan kepada peramal yang suka mencari popularitas dengan mengklaim sudah memprediksi kematian seseorang, terutama di kalangan publik figur.
Dalam peringatannya yang disampaikan melalui akun Instgaram pribadinya, Deddy Corbuzier mengaku tidak segan-segan untuk mengejar sang peramal apabila dia tiba-tiba muncul ke publik dan mengaku telah memprediksi kematian Vidi Aldiano.
"Kalau sampai ada peramal-peramal palsu itu yang berani bilang sudah saya prediksi Vidi akan meninggal hanya untuk naikin popularitas itu... saya kejar Anda sampai ke liang kubur!!! Take it as my words! -D.C," tegas Deddy Corbuzier.
Deddy Corbuzier memang tidak menyebutkan nama peramal yang dinilainya memprediksi kematian seseorang untuk tujuan menaikkan popularitas dengan mengklaim sudah memprediksinya ketika peristiwanya telah terjadi.
Namun beberapa tahun belakangan, peramal yang cukup vokal mengungkapkan ramalannya adalah Hard Gumay. Sejumlah netizen pada kolom komentar menduga peringatan keras yang disampaikan Deddy Corbuzier itu sebenarnya ditujukan kepada Hard Gumay.
"Si Hard itu nggak sih," komentar salah satu netizen.
"Hard Gumay mungkin. Soalnya peramal yang sering seliweran videonya dan cukup terkenal cuma dia," timpal yang lainnya.
Warganet mendukung langkah tegas Deddy Corbuzier untuk mengejar peramal yang memanfaatkan kematian seseorang untuk tujuan mencari popularitas. Mereka juga ikut geram dengan tindakan seperti itu.
"Aku dukung om, ramalan kayak gitu bikin yang lagi sakit tambah drop mentalnya," komentar salah satu warganet.
"Kematian manusia cuma Allah yang tahu. Tidak ada yang tahu kapan dan di mana kita akan mati. Cek aja QS Luqman 31:34. Jadi kalau ada yang ngaku bisa meramal kematian orang lain, ya jelas ngawurr," timpal yang lainnya.
"Saya duluan aja Om yang suruh turun. Saya tempeleng bolak balik nanti kepalanya."
"Awas aja ada yang manfaatin popularitas di atas duka ini."
