Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Maret 2026, 20.03 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Picu Krisis, Korea Selatan Mulai Hemat Energi

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berbicara saat konferensi pers di Cheong Wa Dae (Blue House) - Image

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berbicara saat konferensi pers di Cheong Wa Dae (Blue House)

JawaPos.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyerukan kampanye penghematan energi nasional akibat risiko terhadap pasokan minyak dan gas akibat perang Israel-Amerika Serikat (AS) melawan Iran. Dia mengatakan bahwa lembaga publik akan mengurangi penggunaan mobil penumpang.

Sementara itu, Menteri Energi Kim Sung-whan mengatakan dalam rapat Kabinet bahwa pembatasan kendaraan sektor swasta bersifat sukarela untuk saat ini. Namun, dapat ditinjau kembali jika tingkat kewaspadaan energi meningkat.

Bahkan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menerapkan 12 praktik hemat energi seperti mandi lebih singkat, mengisi daya ponsel dan kendaraan listrik di siang hari, serta menggunakan mesin cuci dan penyedot debu di akhir pekan.

Seperti dilansir dari Reuters, pemerintah Korsel pun akan meminta 50 bisnis minyak terbesar untuk mengurangi penggunaan, serta mendorong pengaturan jam perjalanan yang berbeda-beda serta langkah-langkah konservasi lainnya.

Kim juga mengatakan Seoul akan menghidupkan kembali lima reaktor nuklir pada Mei, melonggarkan pembatasan pada pembangkit listrik tenaga batu bara dan memperluas energi terbarukan. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan jangka panjang pada LNG, dan dapat memperpanjang masa pakai tiga pembangkit listrik tenaga batu bara yang dijadwalkan akan ditutup tahun ini.

Penyesuaian bauran energi ini diharapkan dapat menghemat hingga 14.000 ton, atau hingga 20 persen dari konsumsi LNG harian rata-rata Korea Selatan sebesar 69.000 ton untuk pembangkit listrik.

Sementara itu, HD Hyundai, telah memperkenalkan langkah-langkah penghematan energi di seluruh anak perusahaannya seperti HD Hyundai Heavy, dan HD Hyundai Oilbank, termasuk pembatasan kendaraan secara sukarela, pengurangan penggunaan plastik, dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi penggunaan listrik seperti mematikan lampu, kata seorang pejabat perusahaan.

Korea Selatan juga berencana untuk menyusun anggaran tambahan sebesar USD 16,6 miliar sesegera mungkin, yang dapat mencakup voucher tunai untuk konsumen dan dukungan keuangan untuk perusahaan, di tengah meningkatnya pembicaraan stimulus oleh negara-negara lain.

"Saat ini, yang terpenting bukanlah menghemat keuangan pemerintah, tetapi menyalurkan dana dengan cepat dan efektif ke tempat yang paling dibutuhkan," kata Lee dalam rapat Kabinet.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore