
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menerapkan skenario sangat padat dengan mengoperasikan 32 unit kapal. (ANTARA)
JawaPos.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menerapkan skenario sangat padat dengan mengoperasikan 32 unit kapal di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) pada puncak arus balik H+7 Lebaran 2026, pada Minggu.
General Manajer PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko menyampaikan dari 32 kapal feri yang beroperasi pada puncak arus balik hari ini, 18 armada kapal di antaranya diterapkan skema tiba bongkar berangkat atau TBB untuk mengurai kepadatan kendaraan roda empat (mobil pribadi) dan sepeda motor termasuk kendaraan truk logistik.
"Yang beroperasi dengan pola TBB di Dermaga MB-IV ada empat unit, di LCM 11 unit, sedangkan di Dermaga Bulusan ada tiga unit kapal feri yang menerapkan TBB," kata dia di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Minggu (29/3).
Menurut Arief, sejauh ini arus penyeberangan pada puncak arus balik masih bisa terkendali dari sisi pelabuhan dan kesiapan armada kapal yang saat ini sebagian besar dioperasikan penuh TBB untuk mengurai penumpukan kendaraan di Pelabuhan Ketapang.
"Kami terus berkoordinasi dengan regulator (KSOP, BPTD) dan kepolisian untuk kelancaran arus balik penyeberangan Ketapang-Gilimanuk," kata dia.
Dari pantauan, arus balik H+7 Lebaran 2026 pada hari ini yang tiba di Pelabuhan Ketapang didominasi pemudik sepeda motor, dan disusul pemudik kendaraan roda empat (mobil pribadi).
Bahkan, membludaknya pemudik sepeda motor yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk (Bali) melalui Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi), ASDP Ketapang harus menggunakan pintu tiket kendaraan roda empat, karena tolgate sepeda motor penuh antrean sepeda motor.
Data Posko Angkutan Lebaran Ketapang selama 24 jam periode 28 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB atau H+6 Lebaran, tercatat jumlah trip kapal di Pelabuhan Ketapang sebanyak 208 trip.
Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+6 mencapai 49.523 orang atau turun 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 56.539 orang.
