Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Maret 2026, 18.52 WIB

Pelaporan SPT Tembus 8,78 Juta, Aktivasi Akun Coretax DJP Capai 16,6 Juta

Wajib pajak membuka lapor pajak di web Coretax di Jakarta, Selasa (11/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa - Image

Wajib pajak membuka lapor pajak di web Coretax di Jakarta, Selasa (11/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat progres signifikan dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) hingga menjelang batas waktu pelaporan. Per 22 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, total SPT yang telah dilaporkan mencapai 8.783.653.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti menyampaikan bahwa capaian tersebut berasal dari berbagai kategori wajib pajak (WP), baik orang pribadi maupun badan usaha.

“Untuk periode sampai dengan 22 Maret 2026 atau Tahun Pajak 2025, tercatat sebanyak 8.783.653 SPT telah dilaporkan,” ujar Inge dalam keterangannya, Senin (23/3).

Secara rinci, pelaporan SPT didominasi oleh wajib pajak orang pribadi karyawan dengan jumlah mencapai 7.753.294. Sementara itu, wajib pajak orang pribadi nonkaryawan tercatat sebanyak 846.494.

Adapun dari kelompok wajib pajak badan, yang menggunakan pembukuan rupiah tercatat sebanyak 182.171, sedangkan yang menggunakan dolar AS sebanyak 138.

Selain itu, terdapat pula pelaporan dari wajib pajak badan dengan tahun buku berbeda (yang mulai dilaporkan sejak 1 Agustus 2025), dengan rincian 1.535 untuk badan rupiah dan 21 untuk badan dolar AS.

Di sisi lain, DJP juga mencatat perkembangan positif dalam aktivasi akun Coretax. Hingga tanggal yang sama, jumlah wajib pajak yang telah mengaktifkan akun Coretax DJP mencapai 16.676.712.

"Mayoritas berasal dari wajib pajak orang pribadi sebanyak 15.631.073, diikuti wajib pajak badan sebanyak 955.005. Sementara itu, wajib pajak instansi pemerintah tercatat sebanyak 90.408 dan wajib pajak pelaku Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebanyak 226," tukasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sebelum Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Imbauan tersebut disampaikan Bimo agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang setelah menunaikan kewajiban perpajakan.

Menurut Bimo, pelaporan SPT tidak perlu ditunda hingga mendekati batas waktu. Ia menyarankan masyarakat menyelesaikannya lebih awal, bahkan sebelum Lebaran tiba.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore