
Etihad Airways
JawaPos.com – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyiapkan fasilitas parkir pesawat bagi sejumlah maskapai internasional dari Timur Tengah. Langkah ini dilakukan karena sebagian operasional maskapai tersebut belum berjalan normal akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyampaikan sejumlah maskapai yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut antara lain Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways. Maya menjelaskan kebutuhan parkir pesawat ini muncul karena adanya kondisi operasional yang belum sepenuhnya normal di kawasan Timur Tengah.
“Kami baru berdiskusi kemarin, kami siapkan parking stand (parkir pesawat) untuk beberapa airlines internasional yang akan parkir di beberapa bandara kami. Dari Emirates, dari Etihad, Qatar Airways akan parkir di bandara-bandara kami karena ada kebutuhan itu,” kata Maya saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (11/3).
Ia menambahkan, pesawat dari maskapai-maskapai tersebut rencananya akan ditempatkan di beberapa bandara yang memiliki kapasitas parkir memadai.
Baca Juga:Korban Begal Payudara di Jalan Kutai Surabaya Lapor Polisi, Wajah Terduga Pelaku Terekam Kamera
Dua bandara yang berpotensi menjadi lokasi parkir pesawat adalah Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.
“Kemungkinan ada di Lombok dan Kertajati. Saat ini dari maskapai demand untuk parkir pesawat mereka,” tambahnya.
Meski demikian, Maya menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menghitung secara detail kesiapan fasilitas parkir di berbagai bandara. Pasalnya, diskusi terkait kebutuhan tersebut baru dilakukan dalam beberapa hari terakhir.
“Saat ini sedang diperhitungkan detailnya terkait kesiapan, karena ini baru kemarin kita diskusi. Tetapi pastinya kami akan siapkan sebanyak mungkin karena bandara-bandara kami memang memiliki kapasitas itu,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir menjelaskan, kondisi geopolitik yang masih berlangsung saat ini membuat operasional penerbangan bersifat dinamis. Menurutnya, dalam kondisi tertentu penerbangan dapat dihentikan sementara guna merespons situasi yang sedang terjadi.
“Menyesuaikan apabila memang dibuka, kita di sini melayani, tapi kalau misalnya di sana di-close juga itu akan tidak bisa,” ujar Syahir.
Selain itu, Syahrir menyebut kondisi penerbangan juga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi keamanan di negara tujuan. Dia mengatakan, pihaknya pun melakukan penyesuaian terhadap situasi yang terjadi di kawasan tersebut.
“Jadi kalau misalnya bapak ibu mengikuti juga, ada on off-nya. Jadi pada saat kondisi di sana di tujuan (negara) tidak kondusif, otomatis itu off. Jadi kami di sini juga dalam konteks menyesuaikan,” tukas Syahir.
