Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 04.06 WIB

Prabowo: Krisis adalah Peluang, Indonesia Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam peresmian 218 jembatan melalui tayangan konferensi video dari Jakarta, Senin (9/3). (ANTARA/YouTube Setpres) - Image

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam peresmian 218 jembatan melalui tayangan konferensi video dari Jakarta, Senin (9/3). (ANTARA/YouTube Setpres)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa situasi dunia saat ini diliputi ketidakpastian akibat berbagai konflik geopolitik yang memicu ancaman krisis global. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional.

Menurut Prabowo, krisis dapat menjadi momentum bagi suatu bangsa untuk bangkit dan menjadi lebih kuat. “Krisis adalah ujian, batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah. Saya percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik,” kata Prabowo dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3).

Prabowo menegaskan, kondisi global yang tidak menentu mendorong Indonesia untuk mempercepat program swasembada pangan dan energi. Menurutnya, ketersediaan pangan dan energi menjadi faktor yang sangat vital ketika dunia menghadapi krisis.

Di sektor pangan, ia menyebut Indonesia telah mencapai swasembada beras. Ke depan, pemerintah menargetkan swasembada juga dapat dicapai untuk komoditas lain, seperti jagung dan bahan pangan strategis lainnya.

“Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bisa atasi masalah ini,” ujarnya.

Di sektor energi, Prabowo mendorong pemanfaatan berbagai sumber daya domestik, seperti kelapa sawit dan singkong, sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan energi terbarukan, mulai dari panas bumi hingga tenaga surya.

“Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak. Kita punya singkong yang cukup. Kita bisa dapat BBM dari jagung, tebu. Kita punya geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia. Belum dieksploitasi sepenuhnya,” tutur Prabowo.

Khusus untuk energi surya, Prabowo telah memerintahkan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW).

“Kita akan melaksanakan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini,” pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore