Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (16/10). (Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta pemerintah menunda rencana impor 105.000 unit mobil niaga dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih.
Idrus menilai, sikap Dasco bukan sekadar respons politik, melainkan cerminan pemikiran strategis yang berpijak pada fondasi konstitusi dan filosofi bangsa.
"Pandangan Pak Dasco untuk meminta penundaan tentu penuh pertimbangan. Jika kita melihat dalam perspektif nilai ‘kebenaran’ dan ‘kepenaran’, maka kebenaran menyangkut konsep besar pembangunan nasional, sementara kepenaran menyangkut adanya kearifan dan kebijakan yang menjamin efektivitas strategi pelaksanaannya," kata Idrus kepada wartawan, Rabu (25/2).
Menurutnya, arah kebijakan ekonomi nasional harus berlandaskan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan pentingnya sistem perekonomian nasional yang mandiri, terintegrasi, dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama ekonomi.
Idrus menekankan, filosofi tersebut tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Pancasila dan cita-cita besar pembangunan nasional.
"Secara konseptual, kita berbicara tentang penataan sistem perekonomian nasional yang mandiri dan terintegrasi, yang diinspirasi oleh ideologi dan falsafah bangsa. Itu pengejawantahan Pasal 33 UUD 1945," tegasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa konsep besar saja tidak cukup. Pada tataran operasional, strategi pelaksanaan kebijakan harus dilakukan secara terkoordinasi, terintegrasi, dan komprehensif agar tidak berjalan secara parsial.
"Kalau kita bicara strategi, itu berarti bicara koordinasi, substansi, dan konsistensi dalam pelaksanaan. Jangan sampai kebijakan strategis justru tidak memberi efek bangkitan bagi industri dalam negeri," ujarnya.
Idrus juga menilai bahwa pada tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, penataan sistem perekonomian nasional perlu semakin ditegaskan, khususnya dalam memperkuat industri manufaktur dalam negeri serta rantai pasok nasional.
"Penundaan bukan berarti menolak pembangunan. Justru ini upaya memastikan kebijakan benar secara konsep dan benar dalam pelaksanaannya. Memahami dulu baru mendukung. Jangan mendukung tanpa memahami," imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana impor 105.000 unit mobil pick-up dari India yang akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Penundaan tersebut dinilai penting, terlebih Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
