
Petugas melayani warga saat pengurusan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat pelayanan BPJS Kesehatan Keliling dengan mobile customer service di Puskesmas Lebdosari,Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com - PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), yang merupakan bagian dari Zuellig Pharma, terus mempertegas perannya dalam mendukung transformasi sistem kesehatan di Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan keahlian global, kapabilitas terintegrasi, serta kekuatan operasional lokal guna mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Dalam kegiatan media gathering yang digelar menjelang Hari Kesehatan Sedunia pada 7 April, APL kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas akses layanan kesehatan, sekaligus mendorong pentingnya sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu pemain utama di sektor layanan kesehatan nasional, kontribusi APL semakin signifikan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang telah mencakup lebih dari 98 persen populasi, menjadi fondasi penting dalam memperluas akses layanan. Meski demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari perubahan tren penyakit, kebutuhan akan terapi inovatif, hingga pentingnya penguatan rantai pasok di negara kepulauan seperti Indonesia.
Christophe Piganiol, Direktur Utama PT Anugerah Pharmindo Lestari, menjelaskan bahwa pihaknya percaya setiap warga Indonesia berhak mendapatkan akses yang setara terhadap layanan kesehatan berkualitas.
“Di Indonesia, hal ini berarti upaya kolaboratif untuk memperkuat rantai pasok layanan kesehatan, memperluas akses terhadap inovasi medis, serta bekerja sama dengan para mitra di seluruh ekosistem layanan kesehatan guna memenuhi kebutuhan lokal. Kami akan terus bekerja sama erat dengan mitra global kami untuk membawa keahlian yang relevan, praktik yang telah teruji, dan kemampuan yang lebih luas ke Indonesia, sehingga kami dapat membuat layanan kesehatan lebih mudah diakses dan meningkatkan hasil perawatan pasien,” kata Christophe saat sesi media gathering di Jakarta, Rabu (1/4).
Lebih dari sekadar distribusi, komersialisasi, dan dukungan uji klinis, APL mengambil peran strategis dalam mempercepat transformasi sektor kesehatan melalui transfer pengetahuan dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini menegaskan posisi APL sebagai mitra jangka panjang dalam pembangunan sistem kesehatan nasional.
Dalam operasionalnya, APL menerapkan standar tinggi melalui pemanfaatan teknologi modern. Salah satunya adalah National Distribution Center (NDC) yang dilengkapi sistem canggih, termasuk teknologi cold chain seperti eZCooler untuk menjaga kualitas produk hingga ke titik akhir distribusi.
Selain itu, APL juga mengimplementasikan sistem pemantauan suhu secara real-time yang terintegrasi dengan analitik data untuk memastikan efisiensi pengelolaan stok. Standar Good Distribution Practice (GDP) dan sertifikasi ISO 9001:2015 turut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Dalam menghadapi peningkatan penyakit tidak menular, APL memanfaatkan kekuatan komersialisasinya untuk menghadirkan terapi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasien di Indonesia. Fokus ini mencakup berbagai bidang seperti kardiovaskular, diabetes, onkologi, respirasi, dan imunologi.
