Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 April 2026, 00.18 WIB

Turun Langsung ke Lokasi Terdampak Gempa Bumi, Kepala BNPB Pastikan Pemerintah Bantu Perbaikan Rumah Rusak

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Kota Manado, Sulut, pada Jumat (3/4). (BNPB) - Image

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Kota Manado, Sulut, pada Jumat (3/4). (BNPB)

JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto turun langsung ke lokasi terdampak gempa bumi di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Jumat (3/4). Dalam kesempatan itu, dia memastikan pemerintah akan membantu perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa dengan kekuatan magnitudo 7,6 tersebut.

Informasi itu disampaikan oleh Suharyanto saat berdialog langsung dengan warga terdampak gempa bumi yang mengguncang Sulut pada Kamis pagi (2/4). Dia menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan BNPB untuk segera memenuhi setiap kebutuhan korban terdampak bencana. Termasuk upaya penanganan darurat dan pemulihan pasca gempa bumi.

”Untuk rumah masyarakat yang rusak, akan diperbaiki oleh pemerintah. Polanya sama seperti di daerah bencana lain. Rumah rusak ringan dan sedang akan diperbaiki, sementara yang rusak berat akan diganti (lewat pembangunan baru). Mekanismenya nanti melihat pengajuan dan kemampuan fiskal daerah, jika diserahkan ke pusat, maka pusat akan ambil alih,” kata dia.

Selain bantuan perbaikan rumah, Suharyanto juga menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah memonitor pemberian santunan bagi ahli waris korban jiwa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sejauh ini, BNPB mencatat korban jiwa pasca gempa bumi tersebut 1 orang. Korban tertimbun reruntuhan bangunan GOR KONI di Kota Manado.

Jenderal bintang tiga TNI AD itu sudah melihat dan meninjau langsung kerusakan GOR tersebut. Dia juga telah mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak gempa bumi. Dari warga terdampak bencana tersebut, dia mendapat cerita dan kesaksian langsung berkaitan dengan detik-detik terjadinya gempa bumi yang memicu kepanikan warga hingga menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

Setelah menyelesaikan peninjauan di Kota Manado, Suharyanto melanjutkan perjalanan menuju rumah duka korban meninggal dunia di Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Kedatangannya untuk mendoakan mendiang serta memberikan dukungan moral kepada keluarga korban yang masih dalam keadaan berduka.

”Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami langsung memastikan kondisi di lapangan. Tadi malam (kemarin malam) begitu sampai, kami melaksanakan rapat koordinasi dengan unsur TNI-Polri dan Kalak BPBD Provinsi Sulawesi Utara. Penanganan awal sudah dilakukan dengan sangat baik dan terpadu,” ucap dia.

Berdasar data, BNPB memastikan belum ada laporan korban meninggal dunia lainnya. Namun, laporan bangunan rusak terus masuk. Demikian pula data gempa susulan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah terjadi 401 kali gempa susulan. Namun demikian, BNPB memastikan tren kekuatan gempa susulan terus menurun.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore