Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2026, 21.45 WIB

Pendidikan Dijamin hingga Sarjana, 2 Putri Anggota TNI yang Gugur Ditembak KKB Dapat Rp 5 Juta Tiap Bulan

Manajemen PT Kristalin Ekalestari melayat ke rumah duka Serda Hamdani, anggota TNI yang gugur ditembak KKB di Nabire, Papua Tengah. (Dok. Pribadi) - Image

Manajemen PT Kristalin Ekalestari melayat ke rumah duka Serda Hamdani, anggota TNI yang gugur ditembak KKB di Nabire, Papua Tengah. (Dok. Pribadi)

JawaPos.com - Dua putri Serda Hamdani, anggota TNI yang tewas di tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam serangan di Pos Kamtibmas di Desa Legari, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah dijamin mendapatkan pendidikan gratis hingga sarjana.

Untuk diketahui, Serda Hamdani meninggalkan dua putrinya yang bernama Alesha Alifa Hamdani, 6, dan Nur Afiqah Hamdani, 4. Hamdani tewas akibat ditembak oleh kelompok teroris tersebut pada Sabtu (21/2/2026) lalu.

Dalam peristiwa tersebut, selain Serda Hamdani, seorang warga sipil bernama Aksay Sandika Moho juga dilaporkan meninggal dunia. Sama seperti Serda Hamdani, keluarga Aksay Sandika Moho juga mendapatkan bantuan yang serupa.

“Kami menanggung jaminan biaya pendidikan ahli waris yang meliputi biaya pendaftaran sekolah atau perguruan tinggi dan biaya bulanan SPP. Uang Rp 5 juta per bulan ini berlaku kepada keluarga korban Hamdani dan Aksay Sandika Moho secara bertahap,” kata Direktur Utama PT Kristalin Ekalestari, Andito Prasetyowan dalam keterangannya.

Di sisi lain, keluarga korban masih berusaha menerima kehilangan yang mereka alami. Hamka, ayah dari almarhum Serda Hamdani, mengatakan dirinya sehari-hari bekerja sebagai petani kecil di Sulawesi Selatan.

Hamka menceritakan bahwa selama ini ia banyak bergantung pada bantuan anaknya. “Saya hanya petani kecil. Makan hari ini ada lauk, besok mungkin tidak. Anak saya selalu mengirimkan uang untuk mencukupi kebutuhan kami di kampung,” kata Hamka.

Meski diliputi duka, Hamka berharap masa depan cucu-cucunya tetap terjamin, terutama dalam hal pendidikan.

“Saya cuma meminta mudah-mudahan ada perhatiannya kepada cucu saya dengan istri dari almarhum untuk masa depan, terutama masalah pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengenang bagaimana almarhum anaknya hampir setiap bulan mengirimkan uang untuk membantu kebutuhan keluarga. “Selama ini anak saya hampir tiap bulan mengirimi saya uang, itulah yang mencukupi kebutuhan saya. Sebelum kejadian itu sempat mengirim dua kali. Tetapi takdir sudah berkata lain. Kita tidak boleh menolak karena itu sudah ketentuan Yang Maha Kuasa,” kata Hamka.

Diberitakan sebelumnya, serangan terhadap Pos Kamtibmas PT Kristalin Ekalestari membuat dua orang meninggal dunia. Kedua korban meregang nyawa setelah ditembak oleh kelompok yang diduga berasal dari KKB pimpinan Aibon Kogoya. Pos tersebut juga dilaporkan dibakar oleh para pelaku setelah kejadian.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore