
Direktur lalu Lintas Polda Jawa Barat Kombespol Raydian Kokrosono. (Rubby Jovan/Antara)
JawaPos.com–Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat melakukan simulasi pengamanan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur Tol Trans Jawa menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hal tersebut guna memastikan kelancaran pergerakan kendaraan pemudik.
”Di wilayah Polda Jawa Barat sendiri ada enam sampai tujuh polres. Kita bentuk rayon dua yang berkoordinasi, bekerja sama, dan berkolaborasi untuk melaksanakan rekayasa lalu lintas di Tol Trans Jawa,” kata Direktur lalu Lintas Polda Jawa Barat Kombespol Raydian Kokrosono seperti dilansir dari Antara di Bandung.
Dia menyatakan simulasi itu juga melibatkan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri guna memastikan kesiapan personel dalam menerapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas selama periode mudik. Pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas, khususnya pada ruas tol mulai dari kilometer 47 hingga sekitar kilometer 65 sampai 70.
Baca Juga: Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera Perlu Kebutuhan Pokok dan Perlengkapan Kebersihan
Menurut dia, skenario tersebut mencakup penerapan sistem contra flow secara bertahap hingga kemungkinan pemberlakuan sistem satu arah (one way) secara sepenggal apabila volume kendaraan meningkat.
”Dari mulai bangkitan bertahap sehingga kita siap melaksanakan contra flow sepenggal, one way nasional sepenggal sampai dengan dilaksanakan lajur satu, dua, tiga sampai one way nasional sepenggal sampai Pejagan,” terang Raydian Kokrosono.
Raydian menuturkan seluruh rencana rekayasa lalu lintas tersebut akan dilaksanakan satuan lalu lintas polres jajaran sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan Kakorlantas Polri. Koordinasi antar petugas menjadi kunci dalam penerapan rekayasa lalu lintas di jalur tol, mengingat pembukaan jalur maupun perubahan skema lalu lintas harus mengikuti arahan dari Kakorlantas.
Baca Juga: Jalur Mudik Pacitan–Ponorogo–Trenggalek Rawan Longsor, Anggota DPRD Jatim Desak Mitigasi Cepat
Selain di jalur tol, kata dia, pihaknya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur arteri yang kerap menjadi titik rawan kemacetan saat arus mudik. Terdapat dua wilayah arteri yang menjadi perhatian, yakni jalur selatan Priangan Timur serta jalur wisata Puncak yang kerap dipadati kendaraan pada akhir pekan maupun musim libur.
