Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 00.17 WIB

Bonus ASEAN Para Games 2026 Sebesar Rp 365 M Cair, Menpora Erick Thohir: Pemerintah Hargai Atlet secara Setara

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berjabat tangan dengan atlet saat penyerahan simbolis bonus ASEAN Para Games ke-13. (Istimewa) - Image

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berjabat tangan dengan atlet saat penyerahan simbolis bonus ASEAN Para Games ke-13. (Istimewa)

JawaPos.com-Kabar menggembirakan datang bagi para atlet disabilitas Indonesia yang berlaga di ASEAN Para Games ke-13. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) resmi mencairkan bonus bagi para peraih medali pada Selasa (17/3).

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, menyampaikan bahwa pencairan bonus ini merupakan bentuk penghargaan negara atas perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di ajang internasional.

Menurut Erick, kebijakan tersebut juga merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar seluruh atlet, termasuk atlet disabilitas, mendapatkan apresiasi yang adil dan setara.

“Pada hari ini pemerintah telah mencairkan bonus bagi para atlet Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa pada ASEAN Para Games ke-13 di Thailand. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial,” ujar Erick.

Dalam ajang tersebut, kontingen Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan torehan 135 medali emas, jauh melampaui target awal sebanyak 82 emas. Selain itu, Indonesia juga meraih 143 medali perak dan 114 medali perunggu, sehingga finis di posisi kedua klasemen akhir.

Total bonus yang digelontorkan pemerintah mencapai hampir Rp 365 miliar. Jumlah tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memberikan penghargaan atas kerja keras para atlet.

Adapun rincian bonus yang diberikan adalah, Rp 1 miliar untuk peraih medali emas nomor perorangan, Rp 800 juta untuk peraih medali emas nomor ganda, Rp 500 juta untuk peraih medali emas nomor beregu, Rp 300 juta untuk pelatih nomor perorangan dan ganda, serta Rp 400 juta untuk pelatih nomor beregu.

Erick menegaskan, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak membedakan penghargaan antara atlet difabel dan non-difabel.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore