Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Februari 2026, 02.50 WIB

7 Jalur Penyeberangan Laut Rute Pendek di Indonesia yang Selalu Ramai Penumpang

Ilustrasi penumpang kapal di pelabuhan Tanjung perak Surabaya. Kementerian perhubungan berkomitmen menjadikan pelabuhan tertib seperti bandara dan stasiun. (Istimewa) - Image

Ilustrasi penumpang kapal di pelabuhan Tanjung perak Surabaya. Kementerian perhubungan berkomitmen menjadikan pelabuhan tertib seperti bandara dan stasiun. (Istimewa)

JawaPos.com - Sebagai negara kepulauan, laut bukan sekadar pembatas wilayah bagi Indonesia, melainkan jalur penghubung utama antar-daerah. Di tengah pesatnya pembangunan jembatan dan bandara, moda transportasi kapal penyeberangan nyatanya tetap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, terutama untuk rute-rute pendek antar-pulau.

Jalur laut jarak dekat ini tidak hanya melayani penumpang, tetapi juga kendaraan pribadi, logistik, hingga kebutuhan pariwisata. Menariknya, beberapa rute penyeberangan pendek di Indonesia hampir tak pernah sepi.

Aktivitas bongkar muat berjalan nyaris tanpa jeda, siang dan malam. Berikut tujuh jalur penyeberangan laut rute pendek di Indonesia yang dikenal selalu ramai penumpang dan berperan vital dalam konektivitas antarwilayah.

1. Merak (Banten) – Bakauheni (Lampung)

Jalur penyeberangan ini bisa dibilang sebagai 'urat nadi' penghubung Pulau Jawa dan Sumatera. Setiap hari, ribuan kendaraan pribadi, bus, hingga truk logistik menyeberangi Selat Sunda melalui rute ini.

Pada periode tertentu seperti mudik Lebaran dan libur panjang, kepadatan penumpang melonjak tajam. Operasional yang hampir 24 jam menjadikan Merak–Bakauheni sebagai rute penyeberangan tersibuk di Indonesia.

2. Ketapang (Banyuwangi) – Gilimanuk (Bali)

Bagi wisatawan dan pelaku logistik, rute Ketapang–Gilimanuk adalah gerbang utama menuju Bali dari Pulau Jawa. Penyeberangan ini relatif singkat, namun intensitas lalu lintasnya sangat tinggi.

Truk pengangkut bahan pokok, bus pariwisata, hingga sepeda motor silih berganti menaiki kapal feri. Meski padat, jalur ini terkenal stabil dan beroperasi nonstop sepanjang hari.

3. Padangbai (Bali) – Lembar (Lombok)

Rute ini menjadi penghubung penting antara Bali dan Lombok, dua destinasi wisata unggulan di Indonesia. Selain wisatawan domestik dan mancanegara, jalur Padangbai–Lembar juga melayani distribusi barang menuju wilayah Nusa Tenggara.

Penyeberangan ini kerap dipilih karena menjadi alternatif perjalanan darat dan udara yang lebih fleksibel, terutama bagi pelancong yang membawa kendaraan pribadi.

4. Ujung (Surabaya) – Kamal (Madura)

Meski Jembatan Suramadu telah lama beroperasi, penyeberangan feri Ujung–Kamal belum sepenuhnya ditinggalkan. Jalur ini masih digunakan oleh warga lokal, kendaraan roda dua, serta angkutan barang tertentu.

Bagi sebagian masyarakat Madura dan Surabaya, feri justru dianggap lebih praktis dan ekonomis, terutama pada jam-jam tertentu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore