Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Februari 2026, 06.40 WIB

Penumpang LRT Jabodebek Melonjak, Tembus 2,7 Juta Orang Per Januari 2026

Rangkaian LRT Jabodebek melintas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/10).  (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Rangkaian LRT Jabodebek melintas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/10). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif layanan LRT Jabodebek sejak pertama kali beroperasi pada Agustus 2023 hingga Januari 2026. Dalam periode tersebut, LRT Jabodebek telah melayani 57.149.924 penumpang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pada Januari 2026, jumlah pelanggan LRT Jabodebek mencapai 2.714.594 orang, meningkat signifikan dibandingkan Januari 2025 yang tercatat 2.146.859 pelanggan. Angka tersebut tercatat jauh melampaui realisai penumpang pada Januari 2024 yang mencapai 1.200.399 pelanggan.

"Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi harian, khususnya untuk perjalanan kerja dan aktivitas ekonomi," kata Anne Purba dalam keterangannya, Senin (9/2).

Sementara itu, sepanjang 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 28.816.787 pelanggan pada 2025. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan berkembangnya kawasan hunian, pusat perkantoran, serta aktivitas jasa yang membutuhkan konektivitas transportasi publik yang andal, terjadwal, dan berkelanjutan.

Dari sisi sebaran pergerakan, sejumlah stasiun utama mencatat volume penumpang yang tinggi. Stasiun Dukuh Atas menjadi simpul pergerakan tertinggi dengan 17.548.139 gate in dan gate out, didorong fungsinya sebagai pusat integrasi antarmoda sekaligus berada di jantung kawasan bisnis dan perkantoran.

"Stasiun Harjamukti mencatat 13.281.814 gate in dan gate out, mencerminkan perannya sebagai akses utama kawasan hunian yang berkembang pesat di wilayah timur," jelas Anne.

"Sementara itu, Stasiun Kuningan melayani 10.274.649 gate in dan gate out, didorong karakter kawasan sebagai pusat perkantoran, kedutaan, dan layanan jasa. Stasiun Cikoko mencatat 9.246.972 gate in dan gate out sebagai simpul integrasi antarlayanan kereta perkotaan, disusul Stasiun Pancoran dengan 7.347.741 gate in dan gate out," tambahnya.

Ia menyebut, kinerja LRT Jabodebek sejalan dengan dinamika mobilitas penduduk. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat peningkatan aktivitas perjalanan harian penduduk usia produktif di kawasan perkotaan, terutama untuk bekerja dan mengakses layanan ekonomi.

"Ke depan, LRT Jabodebek diproyeksikan semakin berperan dalam mendukung mobilitas perkotaan seiring berkembangnya pusat-pusat aktivitas baru dan penguatan integrasi antarmoda," tukasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore