Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2026, 23.08 WIB

Wajib Tahu Sebelum Jalan, Ini 4 Pilihan Rute Jalur dari Surabaya ke Blora

Jalan Tol Trans Jawa akan mengalami peningkatan lalu lintas kendaraan saat libur nataru. (Arief Budiman/Jawa Pos Radar Solo) - Image

Jalan Tol Trans Jawa akan mengalami peningkatan lalu lintas kendaraan saat libur nataru. (Arief Budiman/Jawa Pos Radar Solo)

JawaPos.com - Perjalanan darat dari Surabaya ke Blora terbilang cukup fleksibel. Jaraknya sekitar 160–180 kilometer, tergantung jalur yang dipilih, dengan waktu tempuh rata-rata 3 hingga 5 jam.

Meski sama-sama menuju Blora, pengalaman di jalan bisa sangat berbeda, tergantung apakah kamu memilih tol, jalur tengah, pantura, atau transportasi umum.
Blora sendiri dikenal sebagai wilayah timur Jawa Tengah yang tenang, identik dengan hutan jati, ladang minyak tua, dan nuansa kota kecil yang masih kental.

Tak heran jika banyak orang dari Surabaya dan sekitarnya datang ke Blora untuk urusan keluarga, kerja, hingga sekadar 'menepi' sejenak dari hiruk-pikuk kota besar.
Sebelum berangkat, ada baiknya kamu mengenal empat opsi rute utama berikut ini.

1. Jalur Tol Trans Jawa, Paling Cepat dan Praktis

Kalau target utama kamu adalah sampai secepat mungkin, jalur tol Trans Jawa masih jadi pilihan terbaik. Rute ini paling banyak digunakan pengendara mobil pribadi karena kondisi jalan yang relatif mulus dan minim hambatan.

Dari Surabaya, kamu bisa langsung masuk Tol Surabaya–Mojokerto, lalu melanjutkan ke arah Jombang, Nganjuk, Madiun, hingga keluar di Gerbang Tol Ngawi atau Klitik. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan lewat jalur arteri menuju Blora, bisa melalui Cepu atau Randublatung.

Keunggulan utama jalur tol tentu soal waktu. Dalam kondisi lalu lintas normal, perjalanan bisa ditempuh sekitar 3–4 jam. Cocok buat kamu yang tidak ingin capek menyetir terlalu lama atau mengejar jadwal tertentu. Namun, tetap perhitungkan biaya tol dan bahan bakar, terutama jika bepergian rutin.

2. Jalur Non-Tol atau Jalur Tengah, Favorit Perjalanan Santai

Bagi yang ingin perjalanan lebih “berasa”, jalur non-tol atau jalur tengah bisa jadi alternatif menarik. Rute ini umumnya melewati Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Ngawi, lalu masuk ke Blora via Cepu atau Randublatung.

Meski lebih lama, jalur ini menawarkan suasana khas kota-kota kecil Jawa Timur dan perbatasan Jawa Tengah. Kamu akan melewati pasar tradisional, persawahan, hingga pusat kuliner lokal yang menggoda untuk disinggahi.

Waktu tempuh biasanya di atas 4 jam, tergantung kepadatan lalu lintas, terutama di area perkotaan. Jalannya juga lebih sempit dan banyak persimpangan, jadi butuh ekstra fokus saat berkendara. Cocok buat kamu yang tidak terburu-buru dan ingin menghemat biaya tol.

3. Jalur Pantura, Memutar Tapi Penuh Cerita

Pilihan berikutnya adalah jalur utara atau pantura, meski rute ini jarang dipilih sebagai jalur utama Surabaya–Blora. Dari Surabaya, perjalanan diarahkan ke Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, lalu masuk ke Blora.
Jalur ini cenderung lebih panjang dan memutar, namun punya daya tarik tersendiri.

Sepanjang perjalanan, kamu bisa menikmati suasana pesisir utara Jawa, deretan warung seafood, hingga pemandangan laut di beberapa titik.

Kekurangannya, pantura dikenal rawan padat, terutama di jam-jam tertentu dan musim liburan. Truk besar juga cukup mendominasi jalur ini. Meski begitu, pantura tetap menarik bagi kamu yang ingin perjalanan bernuansa road trip santai dengan banyak persinggahan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore