Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Februari 2026, 01.52 WIB

Layani 8,4 Juta Jiwa, Program MBG di Jatim Putar Anggaran Rp 4,17 Triliun

Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SD Taquma Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SD Taquma Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan skalanya di Jawa Timur. Lebih dari setahun berjalan, program ini telah menjangkau 8,4 juta penerima dengan perputaran anggaran Rp 4,17 triliun.

Hal ini terungkap dalam Rakor Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jawa Timur di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya pada Kamis (19/2) kemarin.

"Jawa Timur sangat luar biasa karena melayani lebih dari 8,4 juta penerima manfaat. Tentu ini akan memberikan peluang besar bagi petani dan peternak di Jawa Timur," ucap Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.

Ia mengatakan Jawa Timur memiliki 3.339 SPPG atau sekitar 82 persen dari target nasional. Fasilitas tersebut melayani lebih dari 8,4 juta penerima dengan proyeksi perputaran anggaran sekitar Rp 4,17 triliun.

"70 persen anggaran digunakan untuk bahan baku, 20 persen honor relawan, dan 10 persen sebagai insentif pembangunan SPPG. Jadi MBG ini memberikan dampak signifik terhadap pertanian dan peternakan lokal," imbuhnya.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong percepatan serta maksimalisasi pemenuhan sertifikasi SPPG sebagai bagian dari penguatan tata kelola Program MBG.

"Sertifikasi SPPG ini akan kita maksimalkan sesuai dengan kriteria yang distandarisasi tim BGN. Karena besarnya skala program harus diiringi dengan jaminan kualitas dan keamanan pangannya," ucap Khofifah.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per 18 Februari 2026, sebanyak 1.214 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

795 SPPG memiliki sertifikasi chef, 137 SPPG bersertifikat halal, 99 SPPG tersertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), 83 SPPG menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (FSMS) ISO 22000.

"Kemudian 38 SPPG menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ISO 45001. Harapan kita capaian sertidikasi-sertifikasi SPPG ini bisa kita maksimalkan," bebernya.

Menurut Khofifah, keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh luasnya cakupan penerima manfaat, tetapi juga oleh kualitas pengawasan standar keamanan pangan.

Khofifah menyebut 1.427 SPPG telah menjalani Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). "Hal-hal seperti ini sudah kami upayakan sebagai langkah preventif kami mengawal program MBG ini," pungkas Khofifah. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore