Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2026, 00.00 WIB

BMKG Minta Warga Jatim Waspadai Cuaca Ekstrem yang Berlangsung hingga Akhir Januari

Lagi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Aplikasi Cuaca Paling Akurat di Android dan iOS yang Bisa Dipakai. (JawaPos.com) - Image

Lagi Cuaca Ekstrem, Ini 7 Aplikasi Cuaca Paling Akurat di Android dan iOS yang Bisa Dipakai. (JawaPos.com)

JawaPos.com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, meminta masyarakat di Jatim untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem pada periode 21 hingga 30 Januari 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan dikonfirmasi di Sidoarjo, Rabu, menyatakan saat ini seluruh wilayah di Jawa Timur memasuki musim hujan dan bahkan sejumlah wilayah memasuki puncak musim hujan yang berpotensi besar menimbulkan bencana hidrometeorologi.

"Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, serta angin kencang, puting beliung, maupun hujan es, di seluruh 29 kabupaten dan sembilan kota di Jawa Timur," kata dia.

Ia menjelaskan berdasarkan pengamatan BMKG Juanda, potensi cuaca ekstrem akibat aktifnya monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), sekaligus gangguan atmosfer berupa gelombang Rossby yang saat ini melintasi wilayah Jawa Timur.

BMKG memprakirakan adanya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang berpotensi melewati wilayah Jawa Timur serta suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, dan kondisi atmosfer lokal yang tidak stabil.

Ia mengatakan hal-hal tersebut turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.

"Kami mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca Weather Observation and Forecast Integrated atau WOFI yang bisa diakses melalui kanal resmi BMKG Juanda," kata Taufiq.

Dia menjelaskan dalam prakiraan cuaca tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan informasi cuaca secara seketika sekaligus mendapatkan informasi peringatan dini setiap dua hingga tiga jam, sampai dengan tiga hari ke depan. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore