Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 00.05 WIB

Kendalikan Inflasi Jelang Ramadhan 2026, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah

Pasar murah digelar di Bojonegoro untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. (Septian Nur Hadi/Jawapos) - Image

Pasar murah digelar di Bojonegoro untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. (Septian Nur Hadi/Jawapos)

JawaPos.com - Pasar murah momen yang selalu dinanti masyarakat. Rabu (28/1), program tersebut digelar di Kantor Kelurahan Klangon, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.

Ratusan masyarakat memenuhi lokasi kegiatan. Mereka sangat antusias berbelanja.

Salah satunya Sumarsih, warga Kelurahan Sumbang, Bojonegoro. Sejumlah bahan kebutuhan pokok (bapok) diborongnya. Mulai dari beras, telur, daging ayam, minyak goreng, dan gula.

"Mumpung murah mas. Jadi buat stok di rumah. Terutama beras. Harga sering berubah-ubah. Yaitu Rp 15 ribu - Rp 17 ribu per liter untuk beras premium. Kalau di sini, beras premium Rp 70 ribu/5 kilo. Sedangkan SPHP hanya Rp 55 ribu/5 kilogram," kata Sumarsih, Rabu (28/1).

Perempuan berusia 52 tahun itu datang bersama sang anak. Dengan begitu, dirinya dapat berbelanja lebih banyak. Yang sebelumnya hanya bisa membeli 10 kilo beras SPHP, karena adanya batasan pembelian. Namun, karena berdua sama anak, dirinya dapat membeli 4 karung beras SPHP.

"Satu orang jatuhnya hanya bisa beli 2 karung beras SPHP. Kalau berdua kan jadi bisa beli 4 karung, 20 kg. Jadi bisa buat stok sebulan ke depan. Kalau bisa (stok) sampai bulan Ramadhan," ujarnya.

Menurutnya kegiatan pasar murah sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terutama warga tidak mampu. Karena itu, dia berharap, pada Ramadhan mendatang, pasar murah bisa lebih digencarkan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah sebagai langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau. Permukiman penduduk di wilayah pedesaan menjadi sasaran utama kegiatan pasar murah.

Dengan begitu, pemerataan harga bapok dapat terjadi. Selain itu, menurutnya pasar murah menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi. Terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Yakni kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

"Karena itu, agar harga tetap stabil, selama bulan Ramadan, pasar murah akan semakin digencarkan. Begitu juga bapok yang dijual. Bapok yang mengalami kenaikan harga, jumlah akan diperbanyak," kata Khofifah seusai meninjau pasar murah di Kelurahan Klangon, Kecamatan Bojonegoro, Rabu (28/1) siang. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore