
Pembongkaran Asrama VOC Gresik mengagetkan pemkab. (Istimewa)
JawaPos.com - Pembongkaran bangunan cagar budaya di Jalan Basuki Rahmat terus menjadi perhatian warga Kota Pudak. Jika dilihat dari sejarahnya, komplek tersebut menjadi titik awal Belanda mendirikan loji dagang. Bangunan-bangunan di sisi utara jalan tersebut juga disebut bentuk kekuatan kerajaan Giri saat itu.
Arkeolog Pelesrari Cagar Budaya Gresik Khairil Anwar menjelaskan bahwa loji dagang tersebut didirikan tahun 1603, tidak lama setelah Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) datang ke Gresik.
Namun pembangunan itu tidak berjalan mulus. Kerajaan Giri yang saat itu dipimpin Sunan Prapen memiliki berbagai syarat agar Belanda bisa mendirikan loji tersebut. "Bukan hanya sekedar pusat pergadangan internasional, tapi ini perwujudan kedaulatan Giri yang bisa mendikte kekuatan asing," jelasnya.
Hasil dari negosiasi itu kemudian berdirilah loji pertama. Yakni di Jalan Basuki Rahmat sebelah utara. "Izin itu pun tidak bersifat mutlak, tapi ada berbagai syarat untuk mengontrol stabilitas lokal," imbuhnya.
Khairil menyebut bahwa bangunan yang sudah rata dengan tanah pada pekan lalu itu merupakan stadia awal dari bangunan atap kopel yang kini dikenal sebagai kantor pos.
Sebagai stadia awal, bangunan itu bagian bawahnya digunakan untuk gudang dengan konstruksi ala kolonial dengan material didatangkan langsung dari Belanda. Kemudian lantai dua berkonstruksi kayu jati yang berlanggam vernakuler nusantara.
"Walaupun ini bangunan Belanda, untuk membangunnya Belanda harus merunduk sopan meminta izin ke Sunan Prapen. Bukti betapa hebatnya Gresik saat itu. Dari kaca mata saya, bangunan itu saya kasih skor tertinggi," ujarnya.
Bangunan itu saat ini sudah rata tanah. Kabar yang beredar akan difungsikan sebagai tempat parkir wisata Bandar Grissee. Namun ada pula yang bilang jadi tempat parkir Bandar Grissee dan area cafe. Yang mana Kantor Pos yang masih berdiri itu informasinya akan digunakan untuk cafe.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Wasil menegaskan bahwa tidak benar apabila Pemkab Gresik sudah memberikan izin pembongkaran. Sebab renovasi cagar budaya perlu melalui sejumlah tahapan hingga menggandeng ahli.
"Yang benar kami sudah mempersilahkan agar segera dibentuk tim untuk pencatatan cagar budaya," ucapnya.
Mengenai rencana akan menjadi fasilitas parkir Bandar Grissee dan cafe pihaknya belum mengetahui pasti. "Setahunsaya koordinasi awal itu fungsi kantor pos tetap. Untuk bangunan lain yang tidak terpakai akan dimanfaatkan hal lain. Apakah dimanfaatkan cafe atau yang lain tergantung pihak pos. Yang penting tidak sampai merusak bangunan heritage," tegasnya.
Sementara itu, Executive Manager PT Pos Indonesia (Persero) KC Gresik, Johan Riyadi saat dikonfirmasi mengenai rencana tersebut belum memberikan respons.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
