Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Desember 2025, 04.41 WIB

Harga Tomat dan Emas Melejit, Inflasi Jatim November 2025 Tembus 0,17 Persen

Ilustrasi tomat. Inflasi periode November 2025 di Jawa Timur tembus 0,17 persen. (Dokumentasi Jawa Pos) - Image

Ilustrasi tomat. Inflasi periode November 2025 di Jawa Timur tembus 0,17 persen. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pada periode November 2025, Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Faktor pendorongnya adalah naiknya harga tomat dan emas perhiasan. 

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Timur Debora Sulistya Rini mengatakan bahwa secara month-to-month (m-to-m), inflasi di Jawa Timur pada bulan November 2025 tercatat sebesar 0,17 persen. 

"Sementara inflasi tahun kalender alias Year to Date (y-to-d), dari awal tahun hingga saat ini (November) tercatat 2,16 persen dan secara tahun ke tahun (Y-on-Y) sebesar 2,63 persen," tutur Debora di Surabaya, Selasa (2/12).

Berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK), Debora menyebut pada periode November 2025, seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur mengalami inflasi, dengan Kota Surabaya sebagai yang tertinggi. 

"Inflasi m-to-m terjadi di seluruh kabupaten IHK di Jawa Timur. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya yang mencapai 0,21 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Banyuwangi sebesar 0,07 persen," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Debora membeberkan bahwa inflasi periode November 2025 yang terjadi di Jatim, dipicu oleh kenaikan harga berbagai komoditas, terutama inflasi tomat 40,57 persen dan inflasi perhiasan emas 2,01 persen.

"Inflasi pada tomat didorong oleh curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan gangguan pada produksi sampai distribusi beberapa komoditas hortikultura. Kalau emas ini naik karena tren kenaikan global masih terjadi," tutur Debora. 

Selain tomat dan emas perhiasan, komoditas yang juga memicu terjadinya inflasi di Jawa Timur, yakni bawang merah dengan 9,88 persen, angkutan udara 2,41 persen, cabai merah 10,23 persen, dan komoditas lainnya.

"Sebaliknya, ada pula komoditas yang menjadi penahan inflasi periode ini, yakni beras yang mengalami deflasi 1,14 persen, daging ayam ras deflasi 2,12 persen, serta telur ayam ras juga deflasi sebesar 1,79 persen," beber Debora.

Terakhir, BPS Jawa Timur mengungkapkan bahwa inflasi periode November 2025 hampir terjadi di seluruh Indonesia. Tepatnya terjadi di 28 dari 38 provinsi di Tanah Air mengalami inflasi m-to-m.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore