
Seminar jurnalistik MKGR Surabaya ajak mahasiswa asah kemampuan menulis kreatif dan komunikasi digital. (Istimewa)
JawaPos.com-Arus informasi digital yang makin deras menuntut generasi muda memiliki literasi media dan kemampuan komunikasi yang kuat. Menjawab kebutuhan itu, Organisasi Masyarakat MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) Kota Surabaya menggelar seminar jurnalistik bagi mahasiswa dari berbagai kampus, Minggu (9/11), di Aula DPD Golkar Surabaya, Jalan Adityawarman.
Ketua Umum MKGR Adies Kadir, menegaskan bahwa mahasiswa hari ini bukan hanya pengguna media sosial, tetapi juga calon opinion shaper di ruang digital. Karena itu, mereka perlu dibekali integritas komunikasi sejak dini.
“Mahasiswa harus mampu menjadi influencer yang menyebarkan pesan positif, edukatif, dan bertanggung jawab. Literasi media dan kemampuan komunikasi tidak hanya dibutuhkan selama kuliah, tetapi menjadi modal penting ketika mereka terjun ke dunia profesional,” kata Adies dalam sambutannya.
Adies menjelaskan, seminar ini merupakan bagian dari komitmen MKGR dan Partai Golkar untuk memperluas ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Salah satu fokusnya adalah memperkuat pemahaman tentang komunikasi publik yang profesional dan etis.
Menurutnya, kemampuan memilah informasi, memahami etika digital, dan menyampaikan gagasan dengan benar merupakan keterampilan kunci di era internet yang penuh disinformasi dan konten instan.
Seminar ini menghadirkan Hadi Santoso, wartawan senior dan pengajar jurnalistik, yang membawakan materi mengenai dasar-dasar teknik jurnalistik, etika media, serta strategi komunikasi digital di era kompetisi konten.
Hadi juga mengajak peserta melihat posisi jurnalis dan content creator sebagai penjaga informasi publik. “Keduanya punya peran besar membentuk cara pandang masyarakat. Pengaruhnya bisa positif kalau dilandasi etika dan integritas,” ujarnya.
Anggota Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, yang hadir langsung, menilai kegiatan ini relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
“Literasi digital adalah fondasi. Dunia kerja sekarang meminta generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menyampaikan ide secara etis dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan, MKGR Surabaya telah membuka ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
Salah satu peserta, Rizka Putri, mengaku mendapatkan perspektif baru soal peran influencer.
“Selama ini orang mengejar viral, tapi ternyata menjadi influencer itu soal tanggung jawab. Harus bisa menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat,” ujarnya.
Melalui seminar ini, MKGR Surabaya berharap mahasiswa tergerak menjadi generasi yang kritis, adaptif, dan mampu memberikan pengaruh positif di lingkungannya, baik melalui media sosial maupun kegiatan sosial. (*)

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
