Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2026, 21.42 WIB

Pasokan Chip Tersendat, Pabrik Honda di Tiongkok dan Jepang Terpaksa Setop Produksi

Honda hentikan produksi karena kesulitan pasokan chip. (Istimewa) - Image

Honda hentikan produksi karena kesulitan pasokan chip. (Istimewa)

JawaPos.com - Honda Motor mengumumkan akan memperpanjang penghentian operasional di tiga pabriknya di Tiongkok akibat kelangkaan semikonduktor otomotif. Informasi tersebut disampaikan produsen mobil asal Jepang itu pada Senin seperti dilansir dari Nikkei Asia.

Kebijakan ini berdampak pada fasilitas GAC Honda Automobile, perusahaan patungan Honda dengan Guangzhou Automobile Group. Sebelumnya, pabrik-pabrik tersebut direncanakan kembali beroperasi pada Senin setelah penutupan selama lima hari hingga Jumat lalu.

Namun, Honda kini memperkirakan produksi baru akan dimulai kembali pada 19 Januari. Sementara itu, produksi kendaraan bermesin bensin dan model lainnya akan tetap dihentikan hingga 16 Januari.

Berbeda dengan GAC Honda, Dongfeng Honda Automobile, usaha patungan Honda dengan Dongfeng Motor, dijadwalkan tetap melanjutkan kegiatan produksinya.

Honda juga menyatakan akan menghentikan sementara produksi di dua pabriknya di Jepang pada Senin dan Selasa. Penghentian ini mencakup pabrik Suzuka di Prefektur Mie serta pabrik Yorii di Prefektur Saitama. Pabrik Suzuka sendiri memproduksi sejumlah model populer untuk pasar domestik, termasuk mobil mini N-Box.

Kekurangan pasokan chip otomotif dipicu oleh terhentinya pengiriman dari Nexperia, produsen semikonduktor yang dimiliki perusahaan Tiongkok dan berbasis di Belanda. Untuk menjaga stabilitas operasional pabrik, Honda tengah mencari sumber pasokan alternatif.

Honda menggunakan semikonduktor siap pakai buatan Nexperia untuk beberapa komponen kendaraan, bahkan sepenuhnya bergantung pada perusahaan tersebut untuk sejumlah komponen tertentu. Sejak pengiriman dari Nexperia dihentikan, Honda telah memangkas produksi beberapa model andalan di Amerika Utara sejak akhir Oktober.

Perusahaan memperkirakan kelangkaan semikonduktor di Amerika Utara akan menekan laba operasional sebesar sekitar 150 miliar yen, atau setara USD 958 juta, pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Dampak dari pengurangan produksi terbaru ini belum diperhitungkan dalam proyeksi pendapatan perusahaan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore