Ronald A. Sinaga atau Bro Ron di kantor Jawa Pos di Jakarta, Kamis (24/09/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pernyataan "Cukup Aku Saja yang WNI" yang dilakukan oleh alumnus LPDP berinisial DS masih menjadi perbincangan di media sosial (medsos). Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga (Bro Ron) tidak ketinggalan untuk melontarkan kritik keras terhadap DS.
Bro Ron menilai pernyataan tersebut tidak pantas, terlebih disampaikan oleh seseorang yang pernah menerima dukungan pendidikan dari negara.
Apa yang didapat DS tidak semua didapatkan oleh WNI lain. Di sisi lain, Bro Ron pun menceritakan pengalamannya terkait status dan kesempatan tinggal di luar negeri. Apalagi pria yang aktif di media sosial itu dan keluarganya juga memiliki akses terhadap kewarganegaraan asing.
"Di tangan saya ada paspor untuk kedua anak saya, yaitu paspor Indonesia. Tapi kedua anak saya juga memiliki dua paspor ini, paspor Amerika. Karena memang kedua anak saya itu lahirnya di Amerika," kata Bro Ron dalam unggahan pada media sosial Instagram, Rabu (25/2).
Ia menjelaskan, keberadaannya di Amerika Serikat pada masa lalu bukan karena bantuan pemerintah Indonesia, melainkan karena faktor keluarga.
“Saya memang dulu tinggal di Amerika, tetapi di sana tinggalnya karena seluruh keluarga migrasi ke sana. Bukan ke Amerika karena dapat bantuan dari negara. Orang tua saya migrasi dengan sendirinya ke Amerika. Jadi tidak ada bantuan-bantuan negara,” ucap Bro Ron.
Tak hanya itu, dia juga mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh kesempatan untuk tinggal tetap di Amerika Serikat setelah menunggu bertahun-tahun.
“Satu lagi, saya juga memiliki surat ini. Surat ini mungkin yang banyak ribuan warga negara Indonesia yang ingin tinggal di Amerika. Saya ditawarkan oleh Department of State, yaitu Kementerian Luar Negeri, bahwa petisi orang tua saya, ini kita 15 tahun menunggunya ini, 15 tahun akhirnya dapat tahun lalu. Saya diberikan kesempatan sampai Mei 2026 untuk menerima, yaitu apa? Surat untuk tinggal tetap di Amerika,” tuturnya.
Meski memiliki peluang demikian, Bro Ron tidak pernah merasa perlu membanggakan status itu. Apalagi sampai merendahkan status kewarganegaraan Indonesia.
“Jadi, walaupun anak saya punya ini, saya juga memiliki ini yang bisa tinggal di Amerika dengan izin tetap. Saya sih biasa-biasa saja, tidak perlu sampai bangga-bangganya dengan menghina warga negara Indonesia. Apalagi si Mbak-mbak ini yang dapat subsidi bahkan sampai disekolahkan sampai tamat, tapi bisa tega menghina Indonesia,” tegasnya.
Untuk itu, Bro Ron menyoroti pentingnya kontribusi para penerima beasiswa bagi kemajuan bangsa. Seharusnya penerima bantuan dari negara tidak mencemooh atas status kewarganegaraan Indonesia.
“Negara kita, pemerintah kita, butuh orang-orang seperti Mbak dan juga suaminya. Butuh orang-orang pintar untuk membantu membangun negeri ini. Bukan setelah mendapat bantuan, nyinyir dari jauh. Kalau begitu, kapan negara ini bisa maju sesuai dengan apa yang kamu keluhkan?” ucapnya.
Bro Ron kemudian menyentil sikap yang dinilainya kontradiktif antara kritik dan kontribusi. Seharusnya orang-orang pintar penerima bantuan negara dapat berkontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
