Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2026, 06.14 WIB

Nutrisi Terbaik bagi Perempuan Menopause, Pola Asupan Sehat untuk Menunjang Usia Panjang

Ilustrasi asupan makanan sehat/freepik

JawaPos.com-Saat memasuki rentan usia 45-55 tahun, perempuan akan mengalami masa menopause. Menopause merupakan keadaan ketika berhentinya siklus menstruasi pada rahim.

Sebelum memasuki masa menopause, perempuan akan mengalami fase pra menopause yang berlangsung selama beberapa tahun, sebagai transisi sebelum masa menopause terjadi.

Pada saat mengalami menopause, perempuan mengalami perubahan fisik dan emosional yang signifikan. Mulai dari lebih rentan mengalami depresi sampai perubahan bentuk tubuh, mulai dari mudah gemuk, kulit kering dan kusam, vagina terasa lebih kering, sampai munculnya sensasi panas atau hot flashes.

Perempuan yang sudah menginjak fase menopause juga rentan terkena penyakit kardiovaskular dan obesitas.

Oleh karena itu, menjaga pola makan sehat menjadi penting bagi perempuan yang sedang memasuki fase menopause.

Mengutip informasi dari laman keslan.kemkes.go.id berikut enam makanan yang direkomendasikan oleh kementerian kesehatan untuk dikonsumsi perempuan yang sedang berada di fase menopause.

  1. Olahan susu

Saat berada dalam masa menopause, produksi hormon estrogen menurun drastis. Akibatnya, perempuan membutuhkan kalsium lebih banyak, untuk mencegah osteoporosis. Saat fase ini, perempuan dianjurkan untuk lebih banyak mengkonsumsi produk sepp[erti susu, keju, dan yogurt.

  1. Daging merah

Kadar zat besi mengalami penurunan saat masa menopause. Sehingga, perempuan pada masa menopause sebaiknya mengkonsumsi makanan bergizi, dan mengandung zat besi tinggi. Kandungan zat besi ini dapat ditemui pada daging sapi, telur, dan serelia. Zat besi dapat menjaga kesehatan  dan memberikan energi pada perempuan, agar lebih bertenaga.

  1. Kedelai

Saat berada di dalam fase menopause, tubuh biasanya mengalami gejala hot flashes, karena estrogen yang menurun drastis. Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala ini adalah dengan rutin mengkonsumsi makanan yang mengandung kacang kedelai. Kedelai mengandung senyawa isoflavon di dalamnya, yang dapat menjadi duplikat hormon estrogen.

  1. Biji-bijian 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore