Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Februari 2026, 23.41 WIB

Cara Unik Menikmati Kue Keranjang Khas Imlek, dari Dicocol Parutan Kelapa hingga Digoreng

Kue keranjang yang diproduksi rumahan oleh Tjik Lidyana di kawasan Gubeng, Surabaya. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Kue keranjang yang diproduksi rumahan oleh Tjik Lidyana di kawasan Gubeng, Surabaya. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Nian Gao atau kue keranjang menjadi hidangan ikonik yang menghiasi meja keluarga selama perayaan Tahun Baru Imlek hingga Cap Go Meh. Camilan khas ini menyimpan simbol harapan.

Dalam bahasa Mandarin, kata "Gao" senada dengan "Gāo" yang berarti tinggi. Kue Keranjang bermakna harapan agar setiap langkah hidup kita di tahun yang baru membawa ke derajat lebih tinggi, baik dalam rezeki maupun kualitas hidup.

Tekstur kue keranjang yang lengket juga melambangkan hubungan keluarga yang erat, serta keberuntungan yang diharapkan terus melekat sepanjang tahun baru, dalam hal ini 2577 Kongzili Tahun Kuda Api.

Seiring berkembangnya tren kuliner, kue keranjang kini tak hanya disantap begitu saja, melainkan dikreasikan menjadi sajian yang lebih variatif, menarik, dan cocok untuk momen kebersamaan keluarga.

Lidyana menyebut Kue keranjang yang terbuat dari tepung, gula, dan air ini sarat makna. Rasa manis melambangkan hal positif, sementara tekstur lengket dipercaya merekatkan hubungan keluarga dan relasi.

"(Kue keranjang) dimakan pas imlek ini penting. Pas kumpul keluarga. Maknanya harmoni, lengket, seperti syukur tambah satu tahun umur, sangat penting juga karena biasanya juga ada saat sembahyang,” tukas Lidyana. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore