Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 November 2025, 20.53 WIB

Strategi Efektif Pengendalian Kolesterol LDL-C bagi Pasien Jantung Koroner

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia atau PERKI, Ade Meidian Ambari (kanan kedua). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia atau PERKI, Ade Meidian Ambari (kanan kedua). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menjaga kadar kolesterol LDL atau LDL-C tetap rendah menjadi kunci utama dalam mencegah serangan jantung dan stroke. Para ahli menetapkan bahwa pasien penyakit jantung koroner idealnya mencapai target LDL-C di bawah 70 mg/dL, bahkan lebih rendah lagi, 55 mg/dL, bagi mereka yang masuk kategori risiko sangat tinggi.

Target tersebut bukan sekadar angka, melainkan batas aman yang menentukan apakah seseorang memiliki peluang lebih kecil mengalami penyumbatan pembuluh darah. Semakin rendah kadar LDL-C, semakin kecil kemungkinan plak terbentuk dan memicu kejadian kardiovaskular yang dapat mengancam nyawa.

Namun upaya mempertahankan kadar kolesterol pada level aman membutuhkan pengelolaan jangka panjang, mulai dari terapi obat, perubahan gaya hidup, hingga pemantauan berkala. Kegagalan mencapai target berarti risiko kekambuhan penyakit jantung tetap tinggi dan kualitas hidup pasien bisa terus menurun.

Melihat hal ini, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia atau PERKI, Ade Meidian Ambari, menjelaskan, bahkan lebih dari 80 persen pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C yang direkomendasikan.

“Lebih dari 80 persen pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C 70 mg/dL, dan hanya 8,5 persen yang mencapai target risiko sangat tinggi 55 mg/dL,” kata dr. Ade di Jakarta, Sabtu (29/11).

Salah satu upaya menurunkan kadar LDL-C bisa dilakukan dengan terapi dislipidemia. Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI) sendiri memiliki formula obat kombinasi tetap Ezetimibe dan Rosuvastatin di Indonesia.

Obat ini bekerja melalui dua jalur sekaligus, yakni Rosuvastatin berfungsi menurunkan produksi kolesterol di hati, sementara Ezetimibe bertugas menghambat penyerapan kolesterol dari usus halus.

Kombinasi dua mekanisme tersebut membuat penurunan LDL-C (low-density lipoprotein cholesterol) menjadi lebih efektif, bahkan pada dosis rendah, jika dibandingkan dengan penggunaan statin saja. Tersedia tiga pilihan dosis Ezetimibe/Rosuvastatin, yakni 10/5 mg, 10/10 mg, dan 10/20 mg, agar dokter dapat menyesuaikan terapi secara lebih tepat sesuai tingkat risiko kardiovaskular tiap pasien.

Dalam kesempatan yang sama, Baik In Hyun, Head of Indonesia Business Division sekaligus Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menyampaikan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan terapi yang terbukti secara ilmiah.

“Ke depan, kami akan memperluas portofolio terapi inovatif untuk diabetes, hipertensi, dan gagal jantung, serta menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi masyarakat Indonesia melalui kerja sama riset dengan PERKI dan pakar dari kedua negara,” ungkap dia.

Menurutnya, urgensi pengendalian LDL-C secara dini dan agresif untuk mencegah kejadian kardiovaskular pun harus dilakukan. “Pedoman ESC menekankan prinsip ‘semakin rendah dan semakin cepat, semakin baik’. Artinya, menurunkan LDL-C sedini mungkin, terutama dengan terapi kombinasi, sangat penting untuk pencegahan yang efektif,” jelasnya.

Sementara itu, pakar dari Korea Selatan, Won Ho Youn, juga menunjukkan efektivitas terapi kombinasi berdasarkan berbagai studi klinis. Bahkan, penelitian ACTE (AJC, 2011) dan RACING (Lancet, 2022) menunjukkan terapi kombinasi menghasilkan penurunan LDL-C lebih besar dan efek samping lebih rendah dibandingkan statin dosis tinggi.

“Terapi kombinasi yang menghambat penyerapan dan produksi kolesterol secara bersamaan merupakan strategi penting untuk mencapai target LDL-C dalam panduan global, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien jangka panjang,” tukasnya. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore