Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Februari 2026, 03.21 WIB

8 Kebiasaan Mengemudi Pasangan yang Ungkap Gaya Hadapi Konflik Menurut Psikologi

seseorang yang tenang saat mengemudikan mobil./Freepik/tetyanaafshar

JawaPos.com - Cara seseorang mengemudi sering kali dianggap sekadar soal keterampilan teknis.

Namun dalam psikologi kepribadian dan relasi, perilaku di balik kemudi bisa mencerminkan pola regulasi emosi, toleransi stres, hingga gaya menghadapi konflik dalam hubungan.

Menurut teori regulasi emosi dari James Gross serta penelitian kepribadian model Big Five yang dipopulerkan oleh Paul Costa dan Robert McCrae, respons spontan dalam situasi menekan (seperti macet atau disalip kendaraan lain) sering kali paralel dengan respons seseorang saat menghadapi tekanan emosional dalam hubungan.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 10 Ramadhan 1447 H Kabupaten Sleman, Sabtu 28 Februari 2026

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (24/2), terdapat delapan kebiasaan mengemudi yang bisa memberi gambaran tentang bagaimana pasangan Anda menangani konflik.

1. Mudah Marah Saat Disalip atau Terjebak Macet


Jika pasangan Anda cepat membunyikan klakson, mengumpat, atau menunjukkan frustrasi berlebihan di jalan, ini bisa menunjukkan toleransi frustrasi yang rendah.

Dalam konflik hubungan, tipe ini cenderung:

Reaktif

Mudah defensif

Cepat menaikkan intensitas emosi

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari ke-10: Panduan Waktu Ibadah untuk 28 Februari 2026 di Wilayah Jakarta

Secara psikologis, ini terkait dengan regulasi emosi yang belum matang. Mereka mungkin merasa “terancam” atau tidak dihargai, bahkan dalam situasi kecil. Dalam hubungan, mereka bisa bereaksi berlebihan terhadap kritik ringan.

2. Terlalu Menghindari Risiko dan Selalu Mengalah di Jalan


Sebaliknya, ada tipe pengemudi yang selalu mengalah, tidak pernah membalas klakson, dan cenderung pasif.

Dalam konflik, mereka kemungkinan:

Menghindari konfrontasi

Memendam perasaan

Mengorbankan kebutuhan pribadi demi harmoni

Menurut teori gaya konflik yang dikembangkan oleh Kenneth Thomas dan Ralph Kilmann, ini menyerupai gaya avoiding atau accommodating. Damai di permukaan, tetapi berpotensi menumpuk emosi yang tak tersampaikan.

3. Agresif dan Kompetitif di Jalan


Tipe ini merasa harus “menang” di jalan—tidak mau disalip, selalu ingin paling depan.

Dalam hubungan, mereka mungkin:

Ingin selalu benar

Sulit mengakui kesalahan

Menganggap konflik sebagai ajang pembuktian

Pola ini berkaitan dengan orientasi dominasi. Konflik dipandang sebagai pertarungan, bukan proses kolaborasi.

4. Tenang Meski Situasi Kacau

Jika pasangan Anda tetap stabil saat macet parah atau ketika pengendara lain berlaku tidak sopan, itu pertanda regulasi emosi yang baik.

Dalam konflik, mereka cenderung:

Mendengarkan sebelum bereaksi

Tidak langsung menyimpulkan

Mampu memisahkan masalah dari ego

Penelitian relasi oleh John Gottman menunjukkan bahwa kemampuan menenangkan diri (self-soothing) adalah kunci keberhasilan pernikahan jangka panjang.

5. Suka Menggerutu Diam-Diam


Ada tipe pengemudi yang tidak meledak, tetapi terus mengomel sepanjang perjalanan.

Dalam konflik, ini bisa berarti:

Pasif-agresif

Mengungkit kesalahan lama

Tidak langsung mengungkapkan inti masalah

Secara psikologis, ini mencerminkan konflik yang tidak terselesaikan secara tuntas.

6. Terlalu Fokus pada Aturan

Jika pasangan sangat kaku terhadap aturan lalu lintas dan mudah kesal ketika orang lain melanggar, ini bisa mencerminkan kebutuhan tinggi akan kontrol.

Dalam hubungan, mereka mungkin:

Sulit menerima ketidaksempurnaan

Kaku dalam kompromi

Menuntut standar tinggi

Ini sering berkaitan dengan skor conscientiousness tinggi dalam model Big Five. Positifnya: bertanggung jawab. Negatifnya: bisa terasa menghakimi.

7. Suka Mengambil Jalan Pintas


Pengemudi yang gemar menerobos jalur alternatif tanpa banyak pertimbangan bisa mencerminkan impulsivitas.

Dalam konflik, mereka mungkin:

Menghindari pembahasan mendalam

Mencari solusi cepat tanpa akar masalah

Mengalihkan topik saat situasi tidak nyaman

Impulsivitas sering terkait dengan rendahnya kontrol diri dalam situasi emosional.

8. Komunikatif dan Kooperatif di Jalan

Jika pasangan Anda memberi tanda dengan jelas, berterima kasih saat diberi jalan, dan sabar dalam antrean, ini menunjukkan orientasi sosial yang sehat.

Dalam konflik, mereka kemungkinan:

Mengutamakan dialog

Mencari win-win solution

Terbuka terhadap perspektif pasangan

Gaya ini sesuai dengan pendekatan collaborating dalam manajemen konflik—yang secara konsisten dikaitkan dengan kepuasan hubungan lebih tinggi.

Apa Artinya bagi Hubungan Anda?


Kebiasaan mengemudi bukan diagnosis kepribadian. Namun situasi di jalan adalah miniatur kehidupan: penuh tekanan, ketidakpastian, dan interaksi sosial cepat.

Perhatikan pola, bukan kejadian tunggal.
Tanyakan pada diri Anda:

Apakah pasangan cenderung reaktif atau reflektif?

Apakah mereka menghindar atau menghadapi?

Apakah konflik dianggap ancaman atau peluang memahami satu sama lain?

Menariknya, kesadaran adalah langkah pertama perubahan. Dengan memahami pola ini, Anda bisa:

Mengembangkan komunikasi yang lebih sehat

Mengurangi salah tafsir

Mengelola konflik dengan lebih dewasa

Karena pada akhirnya, baik di jalan raya maupun dalam hubungan, yang terpenting bukan siapa yang paling cepat—melainkan siapa yang mampu sampai dengan selamat bersama.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore