Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Februari 2026, 03.29 WIB

8 Kebiasaan yang Dihentikan Orang Berusia di Atas 60 Tahun Secara Sosial yang Sering Disalahartikan Sebagai Menjauhkan Diri Menurut Psikologi

seseorang yang menjauhkan diri di usia tua./Freepik/freepik

JawaPos.com - Memasuki usia 60 tahun ke atas sering kali membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial seseorang.

Tidak sedikit orang yang melihat perubahan ini sebagai tanda “menarik diri” atau “menjadi anti-sosial”.

Padahal, menurut berbagai penelitian psikologi perkembangan — termasuk teori dari psikolog seperti Erik Erikson dan Laura Carstensen — perubahan tersebut justru mencerminkan pergeseran prioritas emosional yang sehat.

Secara khusus, Teori Selektivitas Sosioemosional (Socioemotional Selectivity Theory) menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, seseorang menjadi lebih selektif dalam memilih hubungan dan aktivitas sosial yang benar-benar bermakna.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 10 Ramadhan 1447 H Kota Jakarta, Sabtu 28 Februari 2026

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (24/2), terdapat delapan kebiasaan sosial yang sering dihentikan oleh orang di atas 60 tahun — dan mengapa itu bukan berarti mereka menjauh dari dunia sosial.

1. Berhenti Mempertahankan Pertemanan yang Melelahkan


Di usia muda, lingkaran sosial sering kali luas. Namun setelah 60 tahun, banyak orang mulai menyadari bahwa tidak semua hubungan memberi energi positif.

Secara psikologis, ini adalah bentuk penyaringan emosional. Mereka cenderung mempertahankan hubungan yang mendalam dan penuh makna, bukan sekadar relasi basa-basi.

Bukan menarik diri — tetapi memilih kualitas daripada kuantitas.

2. Mengurangi Kewajiban Sosial yang Tidak Penting


Undangan arisan, reuni besar, atau acara formal yang dulu terasa wajib, kini tidak lagi dianggap prioritas.

Hal ini berkaitan dengan kesadaran akan keterbatasan energi dan waktu. Menurut teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson, tahap akhir kehidupan berfokus pada refleksi makna hidup (integritas vs keputusasaan), bukan pada pencarian validasi sosial.

Mereka hadir jika benar-benar ingin — bukan karena tekanan sosial.

3. Berhenti Mencari Pengakuan Sosial


Pada usia produktif, pencapaian sering dikaitkan dengan status dan pengakuan. Namun setelah 60 tahun, banyak orang berhenti mengejar validasi eksternal.

Mereka tidak lagi merasa perlu membuktikan diri melalui jabatan, kemewahan, atau popularitas sosial.

Secara psikologis, ini menunjukkan kestabilan identitas dan penerimaan diri yang lebih matang.

4. Mengurangi Konflik dan Drama Sosial

Orang yang lebih tua cenderung menghindari perdebatan panjang atau konflik yang tidak produktif.

Ini bukan karena mereka pasif — melainkan karena mereka memahami bahwa kedamaian batin lebih berharga daripada “menang” dalam argumen.

Penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi justru meningkat seiring bertambahnya usia.

5. Tidak Lagi Terlalu Aktif di Media Sosial

Banyak orang berusia di atas 60 tahun memilih untuk tidak terlalu aktif membagikan kehidupan pribadi secara daring.

Mereka mungkin tetap menggunakan teknologi, tetapi lebih selektif.

Alih-alih mencari perhatian atau respons cepat, mereka lebih menikmati interaksi langsung yang intim dan bermakna.

6. Mengurangi Aktivitas Sosial yang Menguras Fisik


Acara malam hari, perjalanan jauh, atau kegiatan sosial yang padat energi sering dikurangi.

Secara biologis dan psikologis, tubuh dan pikiran membutuhkan ritme yang berbeda. Menghormati batas fisik bukan berarti menarik diri, tetapi bentuk adaptasi sehat terhadap perubahan usia.

7. Berhenti Terlalu Mengkhawatirkan Penilaian Orang Lain

Salah satu kebebasan terbesar setelah usia 60 adalah berkurangnya ketergantungan pada opini publik.

Mereka cenderung berkata,
“Orang mau bilang apa, terserah.”

Menurut penelitian tentang kebahagiaan lansia, tingkat kecemasan sosial justru menurun di usia lanjut karena meningkatnya penerimaan diri.

8. Lebih Memilih Waktu Sendiri (Solitude) yang Berkualitas

Kesendirian sering disalahartikan sebagai kesepian. Padahal keduanya berbeda.

Kesepian adalah perasaan tidak terhubung.

Solitude adalah pilihan sadar untuk menikmati waktu sendiri.

Banyak individu di atas 60 tahun menemukan kedamaian dalam membaca, berkebun, beribadah, atau sekadar menikmati ketenangan rumah.

Dalam perspektif psikologi positif, kemampuan menikmati waktu sendiri merupakan tanda kesehatan emosional.

Mengapa Ini Terjadi? Penjelasan Psikologisnya


Menurut Teori Selektivitas Sosioemosional dari Laura Carstensen, ketika seseorang menyadari bahwa waktu hidup semakin terbatas, fokus mereka bergeser:

Dari eksplorasi → ke makna

Dari jaringan luas → ke hubungan intim

Dari pencapaian → ke kepuasan batin

Perubahan ini bukan bentuk penarikan diri sosial, melainkan evolusi psikologis alami.

Kesimpulan


Apa yang tampak seperti “menjauh dari sosial” pada orang berusia di atas 60 tahun sering kali sebenarnya adalah:

Penyaringan hubungan

Perlindungan energi emosional

Peningkatan regulasi emosi

Fokus pada makna hidup

Alih-alih menjadi anti-sosial, mereka justru menjadi lebih sadar secara sosial — hanya saja dengan standar yang berbeda.

Penuaan bukan tentang menyempitkan hidup, tetapi tentang menyaringnya.

Dan dalam banyak kasus, itu adalah tanda kedewasaan psikologis yang mendalam.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore