Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Januari 2026, 18.41 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Selalu Mengembalikan Troli Belanja ke Tempatnya Meski Tak Ada yang Melihat Biasanya Menunjukkan 7 Ciri Kepribadian Ini

seseorang yang mengembalikan troli belanja ke tempatnya ( Freepik/EyeEm) - Image

seseorang yang mengembalikan troli belanja ke tempatnya ( Freepik/EyeEm)

JawaPos.com - Di tempat parkir supermarket, sering kita melihat pemandangan sederhana namun penuh makna: troli belanja yang dibiarkan begitu saja, atau sebaliknya, didorong kembali ke tempat semula.

Tidak ada kamera yang mengawasi secara ketat, tidak ada petugas yang menegur, dan tidak ada imbalan langsung. Namun, sebagian orang tetap memilih mengembalikannya.

Dalam psikologi, tindakan kecil seperti ini justru sering dianggap sebagai cermin karakter. Mengapa? Karena ini adalah contoh perilaku yang sepenuhnya bergantung pada kesadaran diri, bukan tekanan sosial. 

Dilansir dari Geediting, menurut berbagai pendekatan psikologi kepribadian dan psikologi moral, orang yang konsisten mengembalikan troli belanja—bahkan saat tak ada yang melihat—cenderung memiliki sejumlah ciri kepribadian positif berikut ini.

1. Memiliki Tanggung Jawab Pribadi yang Tinggi

Mengembalikan troli belanja menunjukkan bahwa seseorang merasa bertanggung jawab atas tindakannya sendiri, bahkan setelah kebutuhannya terpenuhi. Mereka tidak berpikir, “Bukan masalah saya lagi”, melainkan, “Saya yang menggunakan, saya yang membereskan.”

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan internal locus of control, yaitu keyakinan bahwa seseorang bertanggung jawab atas dampak dari pilihan dan perilakunya sendiri. Orang seperti ini biasanya dapat diandalkan, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun hubungan sosial.

2. Menghargai Aturan Sosial Tanpa Harus Dipaksa

Tidak ada aturan tertulis yang benar-benar memaksa seseorang mengembalikan troli belanja. Namun, mereka yang melakukannya menunjukkan pemahaman mendalam tentang kontrak sosial tak tertulis—kesepakatan diam-diam agar hidup bersama menjadi lebih tertib dan nyaman.

Psikologi sosial melihat ini sebagai tanda kepatuhan normatif yang matang, bukan karena takut hukuman, tetapi karena memahami manfaat kolektif dari aturan tersebut.

3. Memiliki Empati terhadap Orang Lain

Troli yang dikembalikan memudahkan petugas, mencegah troli menabrak mobil orang lain, dan membantu pengguna berikutnya. Orang yang menyadari hal ini biasanya memiliki empati yang baik—mereka mampu memikirkan dampak kecil dari tindakannya terhadap orang lain.

Dalam kepribadian, empati ini sering berhubungan dengan agreeableness, salah satu dimensi utama dalam teori Big Five Personality.

4. Disiplin dan Konsisten dalam Hal-Hal Kecil

Psikologi menekankan bahwa karakter seseorang lebih terlihat dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Mengembalikan troli bukan tindakan besar, tetapi membutuhkan disiplin ringan: berjalan sedikit lebih jauh dan meluangkan waktu ekstra.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore