
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri. (ANTARA/Risky Syukur)
JawaPos.com - Polda Metro Jaya mengerahkan 3.093 personel untuk mengawal dan mengamankan aksi demo mahasiswa di Mabes Polri, Jakarta Selatan (Jaksel), hari ini (27/2). Di antara ribuan polisi tersebut, tidak satu pun dibekali senjata api. Hal itu ditegaskan secara langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri saat memimpin apel.
”Saya tegaskan tidak ada yang menggunakan senjata api. Saya tegaskan, tidak ada yang menggunakan dan membawa senjata api. Siapapun yang melanggar, akan saya tindak,” kata Asep di hadapan ribuan pasukan tersebut.
Hal serupa disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Dia menyatakan bahwa undang-undang (UU) dan sejumlah aturan lain melarang personel Polri membawa senjata api dalam tugas pengamanan aksi demo. Karena itu, dia memastikan tidak satu pun polisi yang bertugas mengamankan demo mahasiswa di Mabes Polri dibekali senjata api.
”Sudah diatur di dalam peraturan perundang-undangan, tidak boleh anggota Polri di dalam melaksanakan pelayanan aksi pengamanan menggunakan senjata api. Tadi sudah disampaikan oleh bapak Kapolda Metro Jaya, tidak ada yang menggunakan senjata api,” ujarnya.
Untuk mengamankan aksi demo tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.093 personel. Budi menyampaikan bahwa aksi demo terjadwal berlangsung setelah ibadah salat Jumat. Yakni mulai pukul 13.00 WIB. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung sampai pukul 17.00 WIB, namun tidak menutup kemungkinan massa aksi bertahan lebih lama.
”Polda Metro Jaya menurunkan personel lebih kurang 3.093 personel. Ini juga akan ditempatkan di beberapa titik, mengingat ada obvitnas (objek vital nasional), di sini ada kantor PLN—ada pusat keramaian, pasar, kegiatan aktivitas masyarakat di beberapa titik ini akan disiapkan personel Polri,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengumumkan akan melaksanakan aksi demo di Mabes Polri siang ini. Aksi itu dilakukan menyusul tewasnya pelajar MTs bernama Arianto Tawakal di Kota Tual. Korban meninggal dunia setelah kena hantam helm milik personel Brimob.
Seruan aksi telah disampaikan lewat akun Instagram resmi BEM UI pada Kamis, (26/2). Elemen mahasiswa yang bergerak dengan tanda pagar (tagar) #AparatKepar4t itu berencana memulai aksi pada pukul 13.00 WIB. Anggota BEM UI Hafidz Hernanda menyampaikan ada beberapa tuntutan dari mahasiswa.
”Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT (Arianto Tawakal dan segenap aparat pelaku represifitas,” kata dia.
Selain itu, mahasiswa mendesak pencopotan kapolri dan kapolda Maluku. Yakni Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Irjen Dadang Hartanto. Mahasiswa juga meminta agar seluruh tahanan politik yang mereka nilai telah dikriminalisasi untuk dibebaskan dan menuntut penarikan polisi aktif dari jabatan sipil.
”Kami juga menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri,” ujarnya.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
