Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 November 2025, 23.47 WIB

Update Korban Luka Pasca Ledakan SMAN 72 Jakarta: 20 Orang Masih Dirawat

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri (kanan) di damping Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto (kiri) berbincang disela penyampaian keterangan terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta pada konfrensi pers di gedung Promoter Polda Met - Image

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri (kanan) di damping Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto (kiri) berbincang disela penyampaian keterangan terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta pada konfrensi pers di gedung Promoter Polda Met

JawaPos.com - Jumlah korban luka pasca ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) yang menjalani perawatan di rumah sakit tinggal 20 orang. Termasuk diantaranya siswa berinisial F yang kini berstatus anak berhadapan dengan hukum atau ABH. Puluhan korban luka lainnya sudah diizinkan pulang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa secara keseluruhan ada 96 korban luka. Sampai Selasa (11/11), jumlah korban luka yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 29 orang. Kini tinggal 20 korban luka yang masih dirawat. 

”Data korban (luka) per hari ini, Kamis, 13 November 2025 jam 13.00 WIB sejumlah 20 pasien,” ungkap dia saat dikonfirmasi. 

Puluhan korban luka itu menjalani perawatan di 3 rumah sakit berbeda. Yakni Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Rumah Sakit Yarsi, dan Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Khusus korban luka berat, perawatan dilakukan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih dan Rumah Sakit Polri Kramat Jati. 

”Rumah Sakit Islam rawat 13 orang (korban luka), Rumah Sakit Yarsi rawat 6 orang, Rumah Sakit Polri rawat 1 orang,” jelas Budi Hermanto.

Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu pun menjelaskan bahwa anak berkonflik dengan hukum berinisial F menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Saat ini F sudah sadarkan diri. Namun dia masih butuh waktu untuk pemulihan dan dimintai keterangan sebagai pelaku yang meledakan bom di sekolahnya. 

”ABH kondisi sudah sadar. Akan tetapi masih belum bisa diminta keterangan karena kondisi masih masa pemulihan,” ungkap Kombes Budi Hermanto. 

Polda Metro Jaya memindahkan F ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dengan beberapa tujuan. Pertama pemulihan karena pelaku juga menjadi korban. Kedua untuk memudahkan proses penyelidikan dan penyidikan kasus ledakan bom di SMAN 72 Jakarta. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore