Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2026, 22.48 WIB

Selama Sidang Terbaru, HYBE Menegaskan Jika Min Hee Jin Berupaya Mengambil NewJeans dan ADOR

Sidang terakhir HYBE dengan ADOR telah berlangsung

JawaPos.com - Divisi Perdata ke-31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengadakan sidang terakhir, dalam sengketa hukum yang sedang berlangsung antara HYBE Labels dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, terkait ketidakberlakuan kontrak pemegang saham mereka. 
 
Sidang yang berlangsung hari Kamis (15/1), Min Hee Jin tidak hadir secara langsung dalam sidang terakhir, dan kedua pihak diwakili oleh tim hukum mereka.
Dalam sidang tersebut, HYBE Labels terus menuduh Min Hee Jin berusaha merebut ADOR dan NewJeans dari HYBE. 
 
 
Dikutip dari Allkpop, HYBE menekankan bahwa agensi tersebut telah menginvestasikan sekitar 21 miliar won atau sekitar Rp241 triliun dalam peluncuran NewJeans. 
 
"Terdakwa (Min Hee Jin) mencari cara merebut ADOR untuk dirinya sendiri, dan melarikan diri dari HYBE dengan NewJeans," klaim pihak HYBE.
 
"Pengadilan mengakui hal ini sebagai fakta pada bulan Mei lalu, ketika memutuskan bahwa kontrak eksklusif girl group tersebut (NewJeans) dengan HYBE tetap berlaku."
 
 
"Berdasarkan percakapan KakaoTalk, dokumen tertulis, dan bukti tambahan yang disajikan, niat terdakwa sudah jelas." 
 
"Terdakwa berencana untuk memanipulasi media dan menekan HYBE agar menjual saham ADOR, sehingga NewJeans memiliki alasan palsu untuk mengakhiri kontrak eksklusif mereka." 
 
"Percakapan yang terjadi di KakaoTalk tidak hanya berhenti pada obrolan atau spekulasi belaka. Terdakwa meminta nasihat dari para ahli hukum dan orang dalam industri dalam rencana mereka." 
 
"Mereka juga bertemu dengan orang tua anggota NewJeans dan calon investor, serta mengusulkan kesepakatan."
 
"Yang penting, semua poin yang dicantumkan NewJeans sebagai alasan pemutusan kontrak mereka berasal dari klaim, yang dibuat oleh tergugat terhadap HYBE pada tahun 2024 sebagai bagian dari permainan media mereka." 
 
"Alasan-alasan yang disebut tersebut semuanya dinyatakan tidak berdasar oleh pengadilan." 
 
"Tujuan dari perjanjian pemegang saham antara HYBE dan tergugat adalah pertumbuhan dan kemajuan kolaboratif ADOR." 
 
"Mengingat bahwa tergugat telah melanggar perjanjian kepercayaan ini, kerja sama lebih lanjut bukanlah pilihan."
 
Sementara itu, HYBE mengakhiri kontrak pemegang saham antara agensi tersebut dan Min Hee Jin pada Juli 2024. Dua bulan kemudian, Min Hee Jin dipecat sebagai CEO ADOR. 
 
Pada November tahun yang sama, Min Hee Jin menyatakan bahwa ia akan menggunakan opsi jual (put option) senilai sekitar 26 miliar won atau sekitar Rp298 tiliun, setelah pemecatannya dari ADOR. 
 
HYBE kemudian bersikeras bahwa opsi jual tersebut tidak sah karena kontrak pemegang saham telah diakhiri.
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore