
Istana Negara dan Istana Garuda di IKN, Jumat (11/10/2024). Target penyelesaian pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) secara bertahap hingga tahun 2045, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2022. (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Proyek kelanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kerap dipertanyakan karena dianggap tidak menarik investor. Namun, belakangan kondisi IKN semakin bagus.
Kondisi itu dapat membantah nyinyiran masyarakat yang menyatakan IKN sebagai kota hantu. Juru Bicara PSI Ariyo Bimo mengatakan, selama ini IKN disebut-sebut sebagai kota hantu. Kini, isu itu tidak relevan dengan kondisi Tanah Air saat ini.
Apalagi jika dibandingkan dengan Jakarta yang kembali menghadapi banjir dan kemacetan serius. Hal itu menegaskan bahwa daya dukung lingkungan dan infrastruktur Jakarta sudah sangat terbatas. "Dalam kerangka itu, percepatan pembangunan IKN justru merupakan kebutuhan struktural, bukan sekadar pilihan politis," tutur dia kepada awak media, Selasa (26/1).
"IKN dirancang untuk mendistribusikan beban ekonomi, administratif, dan demografis yang selama ini terlalu terpusat di Jakarta, dengan pendekatan perencanaan kota yang lebih modern dan berkelanjutan," sambung Ariyo.
Maka, dengan masuknya investasi untuk proyek IKN merupakan perkembangan yang memang logis serta terukur. Masuknya investasi tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan pembangunan IKN.
"Investor pada dasarnya bekerja dengan kalkulasi rasional, mereka membaca gesture kebijakan, kesinambungan pemerintahan, dan kepastian arah pembangunan nasional," sebutnya.
"Ketika itu terlihat jelas, maka keputusan investasi pun mengikuti," lanjut dia.
Ariyo menegaskan, IKN dinilai memiliki prospek ekonomi yang menguntungkan. Dengan demikian, IKN tidak dipandang hanya secara jangka pendek, tetapi sebagai pusat pertumbuhan baru dalam jangka panjang.
IKN dibangun dengan skema pembiayaan yang berlapis, keterlibatan swasta, serta kepastian kelanjutan kebijakan era Prabowo. Ariyo menilai masuknya investor menjadi indikator paling konkret bahwa IKN dipandang layak secara ekonomi dan realistis secara kebijakan.
"Intinya, investor masuk bukan karena optimisme kosong, tetapi karena membaca arah kebijakan yang jelas dan kebutuhan objektif untuk mendistribusikan beban Jakarta," sebut dia.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
