Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 November 2025, 02.02 WIB

Disinggung Media Asing Seperti Kota Hantu, OIKN Pastikan Percepat Pembangunan Gedung Legislatif dan Yudikatif

Istana negara Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto: Edy Pramana/ JawaPos.com

JawaPos.com-Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan percepatan pembangunan tahap kedua. Pembangunan berfokus pada kawasan Legislatif dan Yudikatif, menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang menetapkan IKN sebagai pusat pemerintahan Indonesia.

Penegasan ini disampaikan menyusul pelabelan kota hantu oleh The Guardian, media asal Inggris. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan, pembangunan tahap kedua yang berfokus pada kawasan Legislatif dan Yudikatif akan berlangsung lebih cepat dan masif.

“Pasca Perpres 79, pembangunan fisik maupun non-fisik di IKN akan semakin masif. Saat ini sekitar 7.000 pekerja konstruksi tinggal di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK). Pada tahap kedua, jumlah pekerja diperkirakan mencapai 20.000 orang untuk mempercepat pembangunan IKN,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, Minggu (2/11).

Pembangunan kawasan Legislatif akan berdiri di atas lahan seluas 42 hektare dengan nilai investasi Rp 8,5 triliun untuk periode 2025–2027. Kawasan ini akan mencakup Gedung Sidang Paripurna, Plaza Demokrasi, Serambi Musyawarah, museum, dan sejumlah gedung kerja.

Sementara itu, kawasan Yudikatif akan menempati lahan 15 hektare dengan anggaran Rp 3,1 triliun. Yakni mencakup pembangunan gedung Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Agung.

Proses konstruksi kompleks tersebut diperkirakan memakan waktu 25 bulan mulai November 2025. Basuki merinci sumber pembiayaan infrastruktur IKN yang berasal dari tiga skema. Yakni dana APBN Rp 48,8 triliun (2025–2028), kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) senilai Rp 158,72 triliun, serta investasi swasta murni Rp 66,3 triliun per Oktober 2025.

Selain dua kawasan utama tersebut, OIKN menargetkan sejumlah proyek prioritas lain seperti penataan Pasar Sepaku, pembangunan Masjid Negara, dan Basilika rampung serta beroperasi pada akhir 2025. Fasilitas pendukung seperti konektivitas jalan, hunian, pasar, dan fasilitas pendidikan juga tengah disiapkan untuk mendukung relokasi aparatur sipil negara (ASN) ke Nusantara.

Sementara, dalam menjamin ketersediaan air bagi ribuan ASN, OIKN mengandalkan Bendungan Sepaku Semoi dengan kapasitas tampung 16 juta meter kubik, mampu menyediakan air baku hingga 2.500 liter per detik. Dari jumlah itu, 1.500 liter per detik akan dialirkan ke IKN dan 1.000 liter per detik ke Balikpapan.

Selain itu, Intake Sepaku dengan instalasi pengolahan air berkapasitas 300 liter per detik juga telah disiapkan, menghasilkan air yang layak konsumsi.

Dalam rangka persiapan menuju Pemerintahan Daerah Khusus (Pemdasus), lanjut Basuki, pihaknya juga bekerja sama dengan Jimly School of Law and Government, serta Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk merancang regulasi dan struktur kelembagaan secara komprehensif.

Tidak hanya pembangunan fisik, OIKN juga berfokus pada pengembangan masyarakat di sekitar kawasan. Hingga kini, sebanyak 879 program peningkatan kapasitas telah digelar, mencakup pelatihan bagi ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, serta pelaku UMKM.

"OIKN menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melatih 1.000 siswa SMA dan SMK menjadi content creator, guna membuka peluang ekonomi digital bagi generasi muda di wilayah sekitar IKN," tandas Basuki.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore