Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Februari 2026, 14.24 WIB

Perjalanan Panjang Masjid Al-Fajri, dari Arsitektur Gaya Betawi hingga Jadi Gaya Turki Utsmani

Kemegahan Masjid Jami Al-Fajri dengan arsitektur bergaya Ottoman Turki di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Bangunan megah berukuran 1000 meter persegi dengan arsitektur bergaya Ottoman tradisional atau era Turki Utsmani, membuat diri terasa kagum saat hendak memasukinya. Masjid Al-Fajri, namanya. Masjid ini sejak awal dibuat dengan niat meniru semirip mungkin dengan Blue Mosque di Istanbul, Turki.

Berdiri di tanah berukuran 1.625 meter persegi dan dekat dengan permukiman warga, Masjid Al-Fajri seolah menjadi anomali yang begitu sedap dipandang. Bangunan kubus dengan kubah bertingkat, satu menara yang menjulang tinggi, dan warna abu alami yang mengitarinya menjadi daya magis tersendiri bagi tiap orang yang melewatinya.

Sulit untuk tidak mampir ke Masjid Al-Fajri jika sudah melihatnya dari jarak yang cukup jauh, dari lokasinya yang berada di Jalan Al Fajri, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sejak memasuki masjid ini, dua pintu besar berwarna biru dengan ukiran khas keislaman menyambut. Membuat kesan mewah sesaat sebelum dibuat takjub dengan megahnya bagian dalam Masjid Al-Fajri.

Selain kubah yang menjulang tinggi, ornamen dan kaligrafi menghias penuh di langit-langit tempat bersujud. Hampir sama persis dengan kubah fenomenal di Blue Mosque.

"Sejak awal memang dirancang buat sama dengan Blue Mosque. Semua ornamen, kaligrafinya, kita tiru sebisa mungkin," kata Ketua DKM Masjid Al-Fajri, Tatang Hidayat, kepada JawaPos.com, Jumat (27/2).

Saking niatnya meniru, pengurus Masjid Al-Fajri saat itu bahkan survei dan melakukan riset secara langsung ke Blue Mosque di Istanbul.

"Kita di sana sampai sepuluh hari meriset agar bisa diterapkan di masjid ini," tutur Tatang.

Namun begitu, ia menegaskan bahwa bangunan ini tetap dipimpin langsung oleh jemaah Masjid Al-Fajri yang merupakan arsitek lulusan Universitas Indonesia.

"Filosofisnya ya kita mengingatkan semangat juang dakwah Islam yang Blue Mosque sendiri jadi momen bersejarah Islam masuk ke Eropa," ungkap Tatang.

Sejarah Pembangunan Masjid Al-Fajri

Perjalanan pembangunan Masjid Al-Fajri yang kini dikenal megah dengan menghabiskan anggaran hingga Rp 33 miliar ini sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari jejak panjang kebersamaan warga Kampung Kerobokan yang kini masuk wilayah Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Masjid ini berdiri di atas tanah wakaf seluas kurang lebih 1.625 meter persegi, dengan sertifikat wakaf Nomor 931/W/1994 atas nama Idrus bin Husen. Sejak awal, tanah tersebut diamanahkan untuk kepentingan ibadah dan kemaslahatan umat.

Tatang menyebut, cikal bakal masjid ini bermula dari sebuah langgar sederhana yang dikenal dengan sebutan “Langgar Ki Ojen” pada tahun 1942. Lokasinya berada di dekat sumber air jernih yang disebut “Empang Batu”, berdampingan dengan lahan milik keluarga Al-Haddad. Dari tempat ibadah kecil itulah denyut kehidupan keislaman masyarakat setempat mulai tumbuh dan berkembang.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore