
Suasana jamaah umrah di Masjidil Haram, Makkah. Travel Umrah beri nasehat soal umrah mandiri agar tak menyesal. (Hanna for JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah resmi melegalkan pelaksanaan umrah mandiri bagi umat Islam di tanah air yang hendak melaksanakan ibadah ke Tanah Suci. Hal itu tertuang melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Ali Ridha selaku General Manager Khazzanah Tours & Travel mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, karena dia mendapat kabar bahwa tingkat kesuksesan pelaksanaan umrah mandiri masih sangat kecil.
"Kita menyarankan masyarakat lebih berhati-hati saja kalau mau berangkat umrah mandiri. Karena umrah mandiri tidak semuanya berhasil. Menurut cerita tingkat keberhasilannya baru sekitar 15 persen. Yang lainnya termasuk gagal, menyesal lah mereka," kata Ali Ridha kepada JawaPos.com.
Dia lebih lanjut mengungkapkan, latar belakang lahirnya inisiatif umrah mandiri terletak pada harga yang murah dan perjalanan yang tidak ingin terikat dengan travel karena mau mengatur perjalanan sendiri.
Jika mendapatkan tiket promo dari maskapai penerbangan dan mendapat promo hotel di Tanah Suci, dia mengakui, umrah mandiri bisa lebih murah dibandingkan dengan menggunakan travel umrah.
"Kalau mau dapat harga bagus harus hunting yang promo-promo, itu kan nggak gampang. Kalau belum berpengalaman kasihan," ungkapnya.
Dia mengingatkan, saat umrah mandiri yang bertanggung jawab selama di Tanah Suci adalah diri sendiri. Hal ini bisa saja menyulitkan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dia mencontohkan kasus yang sempat terjadi di mana ada orang yang melaksanakan umrah mandiri meninggal di Tanah Suci, tidak ditangani sampai 15 hari lamanya.
"Kemarin kan sempat viral ada jenazah umrah mandiri sudah 15 hari. Banyak teman-teman yang cerita, termasuk alumni kita yang coba umrah mandiri tidak segitu (murah). Komponen yang paling besar kan di tiket sekitar 70 persen, berarti intinya (umrah mandiri harus) tiket murah," paparnya.
Selain itu, tantangan lain dari pelaksanaan umrah mandiri adalah pengurusan visa. "Sama saja kalau visa beli ke provider, karena sekarang tidak bisa sendiri ke Nusuk karena ditolak terus. Ujungnya cari travel yang jual visa only," paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kelemahan utama dari umrah mandiri terletak pada tidak adanya pembimbing dalam pelaksanaan ibadah.
Jika belum pernah sama sekali melaksanakan ibadah umrah, dia sangat tidak merekomendasikan untuk melaksanakan umrah mandiri karena ada potensi ibadahnya jadi tidak sah.
"Jangan sampai orang ke Madinah dulu nanti pas ke Makkah bingung, 'waduh saya miqat dimana nih? Apa yang membatalkan umrah saya?' Itu kan fondasi, sakral lah ibadah itu. Tapi kalau pakai travel akan terbimbing, 'bapak ibu berihram niatnya di sini, jangan sampai melakukan ini.' Jadi selalu diingatkan, itu yang terpenting," jelasnya.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
