
Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong.
JawaPos.com - Temuan lapangan terhadap sumber-sumber energi di sektor gas dan bumi perlu dipersiapkan kepada calon-calon talenta di bidang sumber daya energi. Temuan sumber daya energi yang sudah berlangsung selama ini tidak mungkin dapat serta merta dieksplorasi dalam waktu singkat. Makanya, anak muda perlu dipersiapkan untuk melanjutkan. Sumbernya terdapat dari kampus.
Kondisi ini sangat disadari oleh Indonesian Petroleum Association (IPA). Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong mengatakan, industri sangat bergantung dari akademisi dalam melahirkan calon-calon sumber daya manusia (SDM) untuk menjawab tantangan transisi energi dan mendukung optimalisasi sektor hulu migas untuk ketahanan energi Indonesia.
"IPA hadir di kampus untuk komitmen untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri energi,” ujar Marjolijn di UGM, Jogjakarta, Jumat (13/2).
Adapun IPA terus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik melalui program IPA Goes to Campus. Di antaranya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Kehadiran itu dalam rangka penyelenggaraan IPA Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 mendatang.
Kegiatan itu menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan transisi energi sekaligus mendukung optimalisasi sektor hulu migas untuk ketahanan energi Indonesia. Untuk diketahui, IPA Convex 2026 dijadwalkan berlangsung di ICE BSD Tangerang pada 20–22 Mei 2026.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komite Gas & LNG Diwya Satwika Paramartha menyoroti peran strategis gas bumi sebagai jembatan dalam transisi energi. Berdasarkan proyeksi global, kebutuhan gas bumi diperkirakan terus meningkat pada dekade mendatang karena memiliki intensitas emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan batubara dan minyak bumi.
“Indonesia masih memiliki potensi gas bumi yang sangat besar, dan sejumlah temuan lapangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah gas bumi. Pengembangan sektor ini membutuhkan kolaborasi multidisiplin dan keterlibatan generasi muda,” jelas Diwya.
Anggota Komite Eksplorasi IPA Feriyanto menambahkan, eksplorasi minyak dan gas saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Alasannya, karakteristik lapangan yang lebih dalam, bertekanan tinggi, dan membutuhkan teknologi yang semakin canggih. Kondisi itu menuntut peningkatan inovasi serta kesiapan sumber daya manusia agar pengembangan energi tetap efisien dan berkelanjutan.
Menurut Ali Awaludin selaku Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, industri energi berada dalam fase transformasi yang membutuhkan talenta adaptif dan berpandangan global.
“Kami menjadikan isu transisi energi dan keberlanjutan sebagai fokus pengembangan riset. Sinergi dengan IPA memberi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami tantangan industri,” ujarnya.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
