Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2026, 20.56 WIB

PNBP ESDM 2025 Tembus Rp 138,37 Triliun, Lampaui Target APBN

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (YouTube: Kementerian ESDM) - Image

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (YouTube: Kementerian ESDM)

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM sepanjang 2025 berhasil melampaui target. Realisasinya tercatat sebesar Rp 138,37 triliun, lebih tinggi dibandingkan target DIPA 2025 yang dipatok Rp 127,44 triliun.

Berdasarkan data capaian kinerja ESDM 2025, kontribusi terbesar PNBP berasal dari Sumber Daya Alam (SDA) Mineral dan Batu Bara (minerba) yang mencapai 104,38 persen dari target. Sementara itu, SDA panas bumi terealisasi 103,4 persen, dan sektor lainnya bahkan melonjak hingga 311,05 persen.

PNBP dari sektor lain tersebut berasal dari berbagai sumber, antara lain Badan Layanan Umum (BLU), iuran badan usaha hilir migas, Domestic Market Obligation (DMO) migas, kompensasi DMO batubara, denda smelter, denda penertiban kawasan hutan (PKH), jasa layanan ketenagalistrikan, museum, pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN), serta berbagai jasa lainnya.

“Pencapaian target dari PNBP di sektor minerba itu mencapai Rp 108,56 persen, melampaui target. Di dalam DIPA itu Rp 127,44 triliun dalam APBN ini yang dimaksudkan tapi realisasinya adalah Rp 138,37 triliun. Ini saya harus jujur mengatakan bahwa ini kerja tim, kerja-kerja yang membutuhkan inovasi dan totalitas,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Kinerja Sektor ESDM di kantornya, Kamis (8/1).

Di sisi lain, capaian PNBP sektor minyak dan gas bumi (migas) belum memenuhi target. Bahlil menjelaskan, pada APBN 2025 asumsi harga Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar USD 82 per barel.

Hanya saja, realisasi harga minyak sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2025 hanya berada di kisaran rata-rata USD 68 per barel.

“Namun kenyataannya rata-rata sejak dari 1 Januari hingga 31 Desember rata-rata harga minyak dunia itu USD 68 maka jika harganya tidak sampai USD 68 akan berdampak pada pendapatan negara kita, karena itu pendapatan negara kita di sektor migas mencapai Rp 105,04 triliun, dari target Rp 125 triliun jadi totalnya sekitar 83 persen,” ungkap dia.

Secara keseluruhan, realisasi PNBP ESDM pada 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, PNBP sektor ini sempat mencapai Rp 269,5 triliun.

Tak hanya itu, realisasi investasi di sektor ESDM sepanjang 2025 juga mengalami penurunan. Total investasi tercatat sebesar USD 31,7 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai USD 32,3 miliar.

Adapun rincian investasi sektor ESDM sepanjang 2025 meliputi investasi minerba sebesar USD 6,7 miliar, sektor migas USD 18,0 miliar, ketenagalistrikan USD 4,6 miliar, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) sebesar USD 2,4 miliar.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore