Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 November 2025, 04.45 WIB

Pertamina Tambah Stok BBM Subsidi Pertalite 1,4 Juta Kiloliter Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Dirut Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Pertalite Dicampur Etanol, Tegaskan Bukan Penyebab Motor Brebet di Jatim. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Dirut Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Pertalite Dicampur Etanol, Tegaskan Bukan Penyebab Motor Brebet di Jatim. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero) merencanakan bakal melakukan tambahan stok Bahan Bakar Minyak atau BBM subsidi Pertalite jelang libur Natal dan Tahun Baru. Rencananya, volume tambahan BBM Pertalite itu akan mencapai 1,4 juta kiloliter yang berasal dari impor dan produksi dalam negeri. 

"Volume untuk penambahan Pertalite kurang lebih 1,4 juta kiloliter," kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/11). 

Lebih lanjut, dia menyampaikan pertambahan impor ini dilakukan hanya untuk memperkuat stok BBM Pertalite di dalam negeri. Terlebih, kata dia, memang selama ini pihaknya pun selalu menambah stok dari hasil produksi kilang dalam negeri. 

Mars Ega menyebut, penambahan stok Pertalite jelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini akan membuat ketersediaan BBM di dalam negeri bisa aman capai 23 hari, dari sebelumnya hanya di level 21 hari. 

"Ini hanya untuk memperkuat karena Pertalite juga diproduksi dari kilang dalam negeri, namun untuk tambahan kita juga akan ada impor karena stok ini akan kita naikkan di level lebih daripada 21 hari. Kita usahakan sampai dengan 22 atau 23 hari," bebernya. 

Tak hanya BBM Pertalite, Mars Ega juga menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga akan melakukan impor BBM Nonsubsidi dengan kadar oktan 98, yakni Pertamax Turbo. Tidak menyebutkan volume impor yang akan dilakukan, ia hanya memastikan meski impor pihaknya turut memastikan pasokan dari hasil produksi kilang dalam negeri. 

"Pertamax Turbo ada tambahan impor tapi juga ada tambahan produksi dari kilang, dari kilang Cilacap dan kilang Balongan," tukasnya. 

Di sisi lain, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan kuota BBM subsidi pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 19,4 juta kiloliter. Adapun hingga akhir Oktober 2025 kuota tersebut baru terpakai sebanyak 72 persen. 

Ia memastikan kuota BBM subsidi di tanah air masih bisa mencukupi hingga akhir tahun 2025. "Jadi kuotanya masih ada, masih mencukupi sampai dengan akhir tahun," ujar Wamenkeu Suahasil.

Sumber foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo saat ditemui di Gedung DPRI RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/11). 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore