
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Reuters/Gaelen Morse)
JawaPos.com - Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membebaskan berbagai produk pertanian dari tarif timbal balik, termasuk daging sapi, kopi, teh hijau, dan pisang, menyusul laporan dari otoritas Amerika.
Perintah tersebut, yang dirilis secara mendadak oleh Gedung Putih, muncul di tengah meningkatnya jumlah konsumen dan pelaku usaha AS yang frustasi terhadap kenaikan harga di bawah pemerintahan Trump.
Langkah itu menandai perubahan sikap dari presiden, yang sebelumnya bersikeras bahwa tarif diperlukan untuk melindungi keamanan nasional dan tenaga kerja Amerika.
Arahan tersebut menyatakan bahwa pembebasan tarif berlaku untuk produk pertanian tertentu yang masuk ke Amerika Serikat untuk konsumsi atau dikeluarkan dari gudang untuk konsumsi mulai pukul 12:01 pagi Waktu Standar Timur pada hari Kamis.
Daftar yang dikeluarkan oleh pemerintahan Trump menunjukkan bahwa sejumlah produk pertanian tidak lagi dikenakan tarif 10 persen secara menyeluruh maupun berdasarkan negara asal.
Produk lain yang dibebaskan termasuk tomat, jeruk, nanas, jamur shiitake kering, kacang mete, dan kakao.
Dalam arahan tersebut, Trump menyatakan bahwa ia memutuskan untuk mengubah cakupan produk yang dikenakan tarif global berdasarkan rekomendasi dari para pejabat, status negosiasi dengan mitra dagang AS, serta mempertimbangkan permintaan domestik dan kapasitas produksi.
Kamar Dagang AS menyambut baik keputusan Trump untuk "menghapus tarif atas kopi, pisang, daging sapi, dan barang impor lainnya yang menjadi kebutuhan pokok keluarga Amerika," dengan menyatakan bahwa penghapusan tarif ini akan membantu menurunkan biaya bagi masyarakat.
"Jutaan dolar yang dikumpulkan pemerintah federal dari tarif tambahan atas produk-produk ini telah menyebabkan kenaikan harga bagi pelaku usaha dan keluarga," kata pernyataan tersebut.
Trump sebelumnya mengumumkan tarif besar-besaran bertajuk "Hari Pembebasan" pada awal April, yang menargetkan puluhan negara dengan defisit perdagangan terhadap AS, sebelum menangguhkannya selama 90 hari untuk memberi waktu bagi negosiasi.
Ia kemudian memberlakukan tarif yang lebih tinggi secara spesifik terhadap negara-negara tertentu pada bulan Agustus sebagai bagian dari kampanye untuk menghidupkan kembali industri dalam negeri, setelah mencapai kesepakatan bilateral dengan beberapa mitra dagang utama, termasuk Jepang dan Uni Eropa.
Dalam kesepakatan dagang dengan Jepang, tarif timbal balik Trump terhadap negara tersebut diturunkan dari 25 persen menjadi 15 persen sebagai imbalan atas komitmen Tokyo untuk melakukan investasi besar-besaran di Amerika Serikat dalam beberapa tahun mendatang.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
