Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Januari 2026, 20.17 WIB

Terkendala Biaya Kuliah, 10 Ribu Mahasiswa PTS Surabaya Terancam Drop Out

Ilustrasi mahasiswa stress karena terancam DO. (Freepik) - Image

Ilustrasi mahasiswa stress karena terancam DO. (Freepik)

JawaPos.com - Terkendala biaya kuliah, sebanyak 10 ribu mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya terancam drop out. Sebagian menunggak UKT, bahkan ada yang sudah lulus tetapi masih menyisakan tunggakan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Menurutnya, data ini menunjukkan bahwa sasaran kebijakan pendidikan di Kota Pahlawan belum sepenuhnya optimal dan tepat sasaran.

"Anak-anak dari desil ekonomi 1 - 5, kelompok keluarga kurang mampu, ternyata banyak yang berada di PTS. Ini menjadi perhatian serius agar mereka tetap bisa menyelesaikan pendidikan tinggi,” ucap Eri, Sabtu (31/1).

Oleh karena itu dalam waktu dekat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).

Langkah ini bertujuan memperkuat kerja sama dalam mendukung program Beasiswa Pemuda Tangguh, sehingga bantuan pendidikan dapat tersalurkan secara tepat kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

"Yang terpenting, anak-anak Surabaya tetap dapat menempuh pendidikan tinggi secara gratis melalui kerja sama ini. UKT seluruh penerima beasiswa menjadi urusan langsung antara Pemkot dan kampus," imbuhnya.

Fokus utama dari program ini adalah memastikan sarjana yang dibantu benar-benar dapat menyelesaikan pendidikan, bekerja, dan pada akhirnya mampu mengubah taraf hidup keluarganya.

"Kami sepakati, apabila mahasiswa tersebut masuk kategori tidak mampu, maka tetap akan dibiayai oleh Pemerintah Kota Surabaya, dengan besaran yang dibicarakan bersama pihak rektorat," terang Eri.

Namun, berdasarkan evaluasi internal, Eri Cahyadi mengungkapkan adanya temuan menarik, meski jalur beasiswa seharusnya berbasis beasiswa, beberapa penerima ternyata lolos melalui jalur mandiri.

“Kami juga menemukan ketidaksesuaian data, termasuk anak-anak mantan pejabat atau pensiunan yang ketika pengajuan data dituliskan sebagai tidak bekerja, padahal memiliki pensiun dan aset yang memadai,” keluh Eri.

Dengan penandatanganan MoU, Pemkot Surabaya berkomitmen memastikan pendidikan tinggi bagi anak-anak Surabaya tidak hanya gratis, tetapi juga adil, transparan, dan tepat sasaran.

“Seluruh sistem beasiswa akan diperbaiki agar praktik-praktik keliru tidak lagi terjadi, dan semua mahasiswa Surabaya memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan tinggi,” tukasnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore